BAB IX : MORAL
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarakan pembacaan naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca naskah drama dengan benar. Kamu juga diharapkan dapat mencatat jalannya cerita drama yang diperdengarkan. Selanjutnya, kamu akan menceritakan kembali isi drama.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan kutipan drama yang akan diperdengarkan oleh temanmu. Sambil mendengarkan, catatlah peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya. Dari catatan itu, kamu akan menemukan alur cerita drama itu.
Drama ini diolah dari novel yang berjudul Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini.
Bu Suci
Para pelaku : Bu Suci,
Raharjo (ketua kelas) Perempuan 1
Perempuan 2 Kepala sekolah
Prolog Babak I
(Pada suatu pagi, di sebuah kelas, murid-murid duduk menanti kedatangan seorang guru baru. Kepala sekolah dan Bu Suci masuk secara berdampingan)
Kepala sekolah : Ini ibu Suci. Berusahalah tenang, jangan nakal. Tunjukkan pada Bu Suci bahwa kalian adalah murid-murid yang patuh. (menatap Ibu Suci dan mempersilakan beliau untuk memper- kenalkan diri)
Bu Suci : (menebarkan pandangan sekilas ke arah murid-murid) Selamat pagi anak-anak.
Murid-murid : (menyahut dengan serempak) Selamat pagi, Bu.
Bu Suci : Seperti yang dikatakan bapak kepala sekolah, ibu akan menggantikan guru kalian yang sebelumnya mengajar. Panggil saja Ibu, Ibu Suci.
(kepala sekolah berpamitan keluar ruang. Bu Suci mengantarkan sampai ke daun pintu)
Bu Suci : (kembali ke ruang kelas. Berdiri di muka meja sambil menatap murid-murid) Sebelumnya Ibu pernah mengajar di sebuah kota kecil selama sepuluh tahun. (suasana kelas tenang)
Bu Suci : Pasti di antara kalian sudah mengetahuinya.
Murid perempuan 1 : (mengangkat tangan sambil bertanya dengan segera) Di mana itu, Bu Suci?
Bu Suci : Di Purwodadi. Kalian pasti sudah tahu, bukan?
Murid perempuan 2 : Nenek saya tinggal di sana, Bu. (suasana kelas yang semula tegang menjadi tercairkan dengan percakapan yang terjalin akrab antara Ibu Suci dengan murid-mu- rid)
Bu Suci : (duduk sambil membuka map absen) Wah, kamu sungguh beruntung. Nah, saya ingin tahu siapa ketua kelas di sini?
Raharjo : Saya, Bu. (mengacungkan tangan sambil menjawab dengan lantang)
Bu Suci : Siapa namamu?
Raharjo : Raharjo, Bu.
Bu Suci : Baiklah, dengan begini saya tahu siapa pemimpin dan penanggung jawab kelas ini. Selanjutnya, saya akan memanggil kamu satu persatu. (memanggil satu-persatu murid dalam daftar absen)
Diolah oleh Sri Santoso
2. Menceritakan isi drama pendek
Pada kegiatan ini, kamu berlatih menceritakan drama pendek yang sudah kamu dengarkan. Agar kamu dapat menceritakan kembali isi drama tersebut, kamu harus memahami alur, tokoh, dialog, babak, dan petunjuk pengarang.
Perhatikan hal-hal berikut ini.
a. Pahamilah isi cerita dalam drama tersebut.
b. Berceritalah dengan alur yang runtut. Ingatlah bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
c. Pilihlah kata-kata yang menarik untuk mengawali ceritamu.
Misalnya:
1) Membuka cerita dengan kalimat tanya, seperti: Pernahkah teman- teman melihat drama/mendengarkan drama yang bersetting di sekolah? Bila sudah, apa judul dongeng itu? Kisah yang akan saya ceritakan ini juga bersetting di sekolah. Begini ceritanya.
2) Bercerita dengan melibatkan emosi pendengar. Contoh : Teman-teman bagaimana perasaan teman-teman bila memiliki guru baru? Saya akan menceritakan Bu Suci yaitu guru baru di suatu sekolah
3) Bercerita dengan gaya humor. Dalam cerita gaya humor ini, kamu bisa menunjukkan gaya humormu pada kostum yang kamu pakai atau dengan gaya kata-kata lucu yang dapat membuat pendengar tertawa.
Asyik bukan? Nah, berlatihlah menceritakan isi drama pendek tersebut dengan memilih salah satu cara di atas.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri
Pada bagian ini, kamu akan membacakan puisi karyamu sendiri. Setelah mengikuti pelajaran ini, diharapkan kamu dapat membuat puisi berdasarkan gambar. Kamu juga diharapkan dapat membacakan puisimu dengan ekspresi yang tepat.
1. Menulis puisi berdasar gambar
Pernahkah kamu menulis puisi? Menulis puisi itu mudah, bukan? Nah, kamu ingat kembali dan kamu praktikkan lagi asyiknya menulis puisi. Dari mana memulai penulisan puisi? Tentu saja dari bahan. Banyak kejadian yang bisa kamu tulis menjadi puisi. Banyak hal yang dapat kamu gubah menjadi puisi.
Contoh:
Di kebun bunga kamu melihat kupu-kupu berterbangan. Kamu sangat tertarik dengan kupu-kupu tersebut.
Kemudian, kamu menulis puisi sebagai berikut.
2. Membaca puisi ciptaan sendiri
Bacalah puisi ciptaanmu tersebut di depan kelas. Kamu sudah mengerti cara membaca puisi, bukan? Bagaimana cara membaca puisi telah dibahas pada bab sebelumnya. Sebelum kamu membaca, gurumu akan menayangkan pembacaan puisi melalui VCD. Perhatikan!
C. Membaca Teks Drama.
Pada pertemuan ini, kamu akan membaca teks drama anak. Selanjutnya, diharapkan kamu dapat mengidentifikasi unsur instrinsik dalam drama. Kamu juga harus menjawab pertanyaan tentang isi drama. Akhirnya, kamu dan temanmu dapat memperagakan drama .
1. Mengidentifikasi unsur instrinsik
Bacalah dalam hati teks drama di bawah ini. Fokuskan perhatianmu pada alur cerita, tokoh, dan sifatnya, serta amanatnya.
Gara-gara Pisau
Abujahil meminjam kuali milik Abulara, tetapi sudah hampir satu bulan belum dikembalikan. Pada suatu hari Abulara datang ke rumah Abujahil untuk meminta kualinya kembali.
Abulara : (mengetuk pintu) Permisi!
Abujahil : Siapa itu?
Abulara : Ini aku Abulara.
Abujahil : Masuklah! Ada apa Abulara pagi-pagi begini datang ke rumahku?
Abulara : Maaf, saya akan mengambil kuali yang telah kamu pinjam.
Saya akan menggunakannya.
Abujahil : Ya, ambilah di belakang!
Abulara : (mengambil kuali di dapur Abujahil) Ini saya ambil kualinya.
Permisi ya Abu!
Abujahil : Ya, silakan.
Abulara : (bergumam) Dasar tak tahu rasa terima kasih.
Sesampai di rumah Abulara terkejut karena di dalam kuali itu ada pisaunya.
Abulara : Ini tentu pisau milik Abujahil. Ya, besok pagi akan kukembalikan. (berkata-kata sendiri)
Keesokan harinya Abulara datang ke rumah Abujahil untuk mengembalikan pisau yang ada di kuali.
Abulara : Permisi, ini aku Abulara.
Abujahil : Ya, masuklah, ada apa Lara?
Abulara : Maaf, aku mengembalikan pisaumu. Kemarin pisau ini tertinggal di kualiku.
Abujahil : (marah) Nah, ini penyebabnya. Gara-gara pisauku ada di kualimu aku jadi rugi besar. Aku tidak bisa membunuh musang itu. Musang itu telah memakan 2 ekor ayamku. Sekarang kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu, dua ekor ayamku mati. Kamu harus memberikan ganti rugi
Abulara : (kebingungan, heran, dan takut karena dibentak Abujahil. Abulara menuruti permintaan Abu jahil. Dia membayar ganti rugi seperti yang diminta Abujahil.
Kemudian, Abulara mengadukan peristiwa itu kepada Abu Nawas. Mendengar cerita itu Abu Nawas mengatur siasat.
Abu Nawas : Begitu perlakuan Abujahil kepadamu? Kau harus balas perlakuannya. Dia harus diberi pelajaran agar tak sewenang- wenang kepada orang lemah sepertimu.
Kemudian Abu Nawas membisikkan sesuatu ke telinga Abulara, Abulara hanya mengangguk-angguk saja.
Beberapa hari kemudian, penduduk Bagdad dikejutkan dengan berita besar. Abulara tiba-tiba gila. Kemudian Abu Nawas membawanya ke istana, menghadap baginda Harun Al Rasyid.
Baginda terhenyak
Baginda : Mengapa Abulara tiba-tiba gila? Barangkali kau tahu penyebabnya?
Abu Nawas : Ampun, Baginda. Ini gara-gara ulah Abujahil. Lebih baik Baginda panggil Abujahil agar saya dapat membuktikan bahwa dia penyebabnya.
Baginda lalu mengutus pengawal kerajaan untuk memanggil Abujahil. Tak lama kemudian Abujahil tiba di istana.
Abujahil : Ampun, Baginda. Ada apa saya dipanggil?
Baginda : Abujahil, apa benar kau yang telah menyebabkan Abulara jadi gila?
Abujahil : Apa dasarnya, hamba dituduh seperti itu? (heran)
Abu Nawas : Ya, gara-gara kualinya kau pinjam berhari-hari dia tidak bisa memasak nasi. Dia hanya makan daun-daunan seadanya. Dia stres, dia jadi gila.
Abujahil : (tertawa terbahak-bahak) Apa hubungannya kuali dengan sakit gila? Kalau tidak ada kuali, Abulara, kan bisa menanak nasi dengan gantang atau yang lain. Lagipula mana ada orang tidak makan nasi jadi gila. Apa tidak ada cerita yang lebih lucu lagi!
Abu Nawas : Ada. (potong Abu Nawas segera) Hanya gara-gara pisau ketinggalan di kuali tetangga, ada orang yang tidak bisa membunuh musang. Akibatnya tetangga tersebut disuruh untuk membayar ganti rugi karena dua ekor ayamnya dimakan musang. Apa tidak ada alat lain untuk membunuh musang?
Mendengar cerita Abu Nawas, baginda Harun Al Rasyid menjadi penasaran.
Baginda : Siapa yang telah berbuat seperti itu, Abu Nawas?
Abu Nawas : Tanyakan saja kepada Abujahil, Baginda. (dengan sopan) Baginda : (berpaling kepada Abujahil) Apa jahil berbuat seperti itu? Abujahil : (menunduk diam, ketakutan)
Abulara kemudian tampil menjelaskan semuanya kepada Baginda Harun Al Rasyid. Mendengar penjelasan Abulara, baginda tersenyum.
Baginda : Jadi, ternyata kau tidak gila, Lara? Mana ada orang gila bercerita runtut seperti itu. Pasti Abu Nawas yang mengajarimu.
Abulara : Benar, Baginda, tanpa akal Abu Nawas, Baginda pasti tidak tahu kalau ada hambanya yang sewenang-wenang seperti Abujahil.
Baginda : Ohkalau Abujahil itu urusanku. Sekarang, kalian pulanglah.
Biar Abujahil merasakan hukumannya.
Abulara dan Abu Nawas : Terima kasih Baginda. Kami mohon diri. (berbicara hampir bersamaan dan menyampaikan hormat) Rasain kau Abujahil! orang seperti kamu pantas menerima hakuman. (sambil berlalu).
Diolah dari cerita anak Abunawas
Mentari edisi 356
2. Membaca teks drama
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Bacalah teks drama tersebut dengan penghayatan yang sesuai dengan watak tokoh yang kamu perankan. Tentukan siapa yang menjadi narator (pembaca cerita), Abulara, Abujahil, Abu Nawas dan Baginda.
Nada suara, intonasi, lafal, dan ekspresi dalam membaca teks drama sangat menentukan sukses tidaknya pembacaan drama.
Lakukan pembacaan itu secara bergantian dengan kelompok lain. Kelompok yang dapat membacakan dengan baik akan memperoleh penghargaan dari gurumu. Nilai yang amat bagus, itu sudah tentu diperoleh.
D. Menulis Pengumuman
Pada pelajaran ini, kamu akan belajar menulis pengumuman. Setelah mengikuti pelajaran ini, kamu diharapkan dapat memahami pengumuman. Kamu juga akan tahu bagaimana cara menulis pengumuman. Selanjutnya, kamu harus dapat menulis surat resmi berupa pengumuman. Kamu juga akan dapat memperbaiki hasil karya orang lain.
1. Tata cara menyusun pengumuman
Kamu tentu sudah pernah membaca pengumuman, bukan? Misalnya, membaca pengumuman di sekolah tentang pelaksanaan upacara bendera HUT
RI, pelaksanaan kebersihan masal di sekolah, pengumuman lomba dan sebagainya. Di rumah, kamu membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu tentang pelaksanaan kerja bakti dan sebagainya.
Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan tentang suatu hal penting atau kegiatan penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga)
Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa karena pengumuman bersifat resmi. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman harus dibuat dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Bagaimana cara menyusun pengumuman? Menyusun pengumuman juga harus mengikuti langkah-langkah tertentu seperti menulis surat izin atau mengarang.
Jika kamu ingin menyusun pengumuman, kerjakan langkah berikut.
1. Menyusun ide-ide pokok pengumuman
Ide pokok pengumuman itu meliputi:
a. macam atau jenis pengumuman (hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan);
b. sasaran atau penerima pengumuman;
c. latar belakang (dalam rangka apa pengumuman itu dibuat);
d. pelaksanaan kegiatan (kapan dan di mana tempat kegiatan itu);
e. penutup (berisi harapan atau keinginan pembuat pengumuman);
f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman;
g. tanda tangan dan nama terang dengan jabatan orang yang membuat pengumuman.
2. Menyusun ide pokok pengumuman menjadi kerangka pengumuman, misalnya:
a. jenis pengumuman: pengumuman libur hari besar agama;
b. sasaran: seluruh siswa SD Bina Prestasi;
c. latar belakang: melaksanakan perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan;
d. pelaksanaan: Kamis, 7 Februari 2008;
e. penutup: para siswa diharapkan belajar sendiri di rumah;
f. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman: Sukamakmur, 4 Februari 2008;
g. Pembuat pengumuman.
3. Menyusun kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
SD Bina Prestasi
Jalan Merpati No.3 Kabupaten Sukamakmur Telepon (0271)
6594757
PENGUMUMAN
Diumumkan kepada seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SD Bina Prestasi bahwa sesuaidengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2007/2008 para siswa libur atau tidak masuk sekolah pada hari Imlek, yaitu:
Hari/tanggal: 7 Februari 2008
Oleh karena itu para siswa agar belajar sendiri di rumah. Atas perhatian para siswa, diucapkan terima kasih.
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarakan pembacaan naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca naskah drama dengan benar. Kamu juga diharapkan dapat mencatat jalannya cerita drama yang diperdengarkan. Selanjutnya, kamu akan menceritakan kembali isi drama.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan kutipan drama yang akan diperdengarkan oleh temanmu. Sambil mendengarkan, catatlah peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya. Dari catatan itu, kamu akan menemukan alur cerita drama itu.
Drama ini diolah dari novel yang berjudul Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini.
Bu Suci
Para pelaku : Bu Suci,
Raharjo (ketua kelas) Perempuan 1
Perempuan 2 Kepala sekolah
Prolog Babak I
(Pada suatu pagi, di sebuah kelas, murid-murid duduk menanti kedatangan seorang guru baru. Kepala sekolah dan Bu Suci masuk secara berdampingan)
Kepala sekolah : Ini ibu Suci. Berusahalah tenang, jangan nakal. Tunjukkan pada Bu Suci bahwa kalian adalah murid-murid yang patuh. (menatap Ibu Suci dan mempersilakan beliau untuk memper- kenalkan diri)
Bu Suci : (menebarkan pandangan sekilas ke arah murid-murid) Selamat pagi anak-anak.
Murid-murid : (menyahut dengan serempak) Selamat pagi, Bu.
Bu Suci : Seperti yang dikatakan bapak kepala sekolah, ibu akan menggantikan guru kalian yang sebelumnya mengajar. Panggil saja Ibu, Ibu Suci.
(kepala sekolah berpamitan keluar ruang. Bu Suci mengantarkan sampai ke daun pintu)
Bu Suci : (kembali ke ruang kelas. Berdiri di muka meja sambil menatap murid-murid) Sebelumnya Ibu pernah mengajar di sebuah kota kecil selama sepuluh tahun. (suasana kelas tenang)
Bu Suci : Pasti di antara kalian sudah mengetahuinya.
Murid perempuan 1 : (mengangkat tangan sambil bertanya dengan segera) Di mana itu, Bu Suci?
Bu Suci : Di Purwodadi. Kalian pasti sudah tahu, bukan?
Murid perempuan 2 : Nenek saya tinggal di sana, Bu. (suasana kelas yang semula tegang menjadi tercairkan dengan percakapan yang terjalin akrab antara Ibu Suci dengan murid-mu- rid)
Bu Suci : (duduk sambil membuka map absen) Wah, kamu sungguh beruntung. Nah, saya ingin tahu siapa ketua kelas di sini?
Raharjo : Saya, Bu. (mengacungkan tangan sambil menjawab dengan lantang)
Bu Suci : Siapa namamu?
Raharjo : Raharjo, Bu.
Bu Suci : Baiklah, dengan begini saya tahu siapa pemimpin dan penanggung jawab kelas ini. Selanjutnya, saya akan memanggil kamu satu persatu. (memanggil satu-persatu murid dalam daftar absen)
Diolah oleh Sri Santoso
2. Menceritakan isi drama pendek
Pada kegiatan ini, kamu berlatih menceritakan drama pendek yang sudah kamu dengarkan. Agar kamu dapat menceritakan kembali isi drama tersebut, kamu harus memahami alur, tokoh, dialog, babak, dan petunjuk pengarang.
Perhatikan hal-hal berikut ini.
a. Pahamilah isi cerita dalam drama tersebut.
b. Berceritalah dengan alur yang runtut. Ingatlah bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
c. Pilihlah kata-kata yang menarik untuk mengawali ceritamu.
Misalnya:
1) Membuka cerita dengan kalimat tanya, seperti: Pernahkah teman- teman melihat drama/mendengarkan drama yang bersetting di sekolah? Bila sudah, apa judul dongeng itu? Kisah yang akan saya ceritakan ini juga bersetting di sekolah. Begini ceritanya.
2) Bercerita dengan melibatkan emosi pendengar. Contoh : Teman-teman bagaimana perasaan teman-teman bila memiliki guru baru? Saya akan menceritakan Bu Suci yaitu guru baru di suatu sekolah
3) Bercerita dengan gaya humor. Dalam cerita gaya humor ini, kamu bisa menunjukkan gaya humormu pada kostum yang kamu pakai atau dengan gaya kata-kata lucu yang dapat membuat pendengar tertawa.
Asyik bukan? Nah, berlatihlah menceritakan isi drama pendek tersebut dengan memilih salah satu cara di atas.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri
Pada bagian ini, kamu akan membacakan puisi karyamu sendiri. Setelah mengikuti pelajaran ini, diharapkan kamu dapat membuat puisi berdasarkan gambar. Kamu juga diharapkan dapat membacakan puisimu dengan ekspresi yang tepat.
1. Menulis puisi berdasar gambar
Pernahkah kamu menulis puisi? Menulis puisi itu mudah, bukan? Nah, kamu ingat kembali dan kamu praktikkan lagi asyiknya menulis puisi. Dari mana memulai penulisan puisi? Tentu saja dari bahan. Banyak kejadian yang bisa kamu tulis menjadi puisi. Banyak hal yang dapat kamu gubah menjadi puisi.
Contoh:
Di kebun bunga kamu melihat kupu-kupu berterbangan. Kamu sangat tertarik dengan kupu-kupu tersebut.
Kemudian, kamu menulis puisi sebagai berikut.
2. Membaca puisi ciptaan sendiri
Bacalah puisi ciptaanmu tersebut di depan kelas. Kamu sudah mengerti cara membaca puisi, bukan? Bagaimana cara membaca puisi telah dibahas pada bab sebelumnya. Sebelum kamu membaca, gurumu akan menayangkan pembacaan puisi melalui VCD. Perhatikan!
C. Membaca Teks Drama.
Pada pertemuan ini, kamu akan membaca teks drama anak. Selanjutnya, diharapkan kamu dapat mengidentifikasi unsur instrinsik dalam drama. Kamu juga harus menjawab pertanyaan tentang isi drama. Akhirnya, kamu dan temanmu dapat memperagakan drama .
1. Mengidentifikasi unsur instrinsik
Bacalah dalam hati teks drama di bawah ini. Fokuskan perhatianmu pada alur cerita, tokoh, dan sifatnya, serta amanatnya.
Gara-gara Pisau
Abujahil meminjam kuali milik Abulara, tetapi sudah hampir satu bulan belum dikembalikan. Pada suatu hari Abulara datang ke rumah Abujahil untuk meminta kualinya kembali.
Abulara : (mengetuk pintu) Permisi!
Abujahil : Siapa itu?
Abulara : Ini aku Abulara.
Abujahil : Masuklah! Ada apa Abulara pagi-pagi begini datang ke rumahku?
Abulara : Maaf, saya akan mengambil kuali yang telah kamu pinjam.
Saya akan menggunakannya.
Abujahil : Ya, ambilah di belakang!
Abulara : (mengambil kuali di dapur Abujahil) Ini saya ambil kualinya.
Permisi ya Abu!
Abujahil : Ya, silakan.
Abulara : (bergumam) Dasar tak tahu rasa terima kasih.
Sesampai di rumah Abulara terkejut karena di dalam kuali itu ada pisaunya.
Abulara : Ini tentu pisau milik Abujahil. Ya, besok pagi akan kukembalikan. (berkata-kata sendiri)
Keesokan harinya Abulara datang ke rumah Abujahil untuk mengembalikan pisau yang ada di kuali.
Abulara : Permisi, ini aku Abulara.
Abujahil : Ya, masuklah, ada apa Lara?
Abulara : Maaf, aku mengembalikan pisaumu. Kemarin pisau ini tertinggal di kualiku.
Abujahil : (marah) Nah, ini penyebabnya. Gara-gara pisauku ada di kualimu aku jadi rugi besar. Aku tidak bisa membunuh musang itu. Musang itu telah memakan 2 ekor ayamku. Sekarang kamu harus bertanggung jawab. Karena kamu, dua ekor ayamku mati. Kamu harus memberikan ganti rugi
Abulara : (kebingungan, heran, dan takut karena dibentak Abujahil. Abulara menuruti permintaan Abu jahil. Dia membayar ganti rugi seperti yang diminta Abujahil.
Kemudian, Abulara mengadukan peristiwa itu kepada Abu Nawas. Mendengar cerita itu Abu Nawas mengatur siasat.
Abu Nawas : Begitu perlakuan Abujahil kepadamu? Kau harus balas perlakuannya. Dia harus diberi pelajaran agar tak sewenang- wenang kepada orang lemah sepertimu.
Kemudian Abu Nawas membisikkan sesuatu ke telinga Abulara, Abulara hanya mengangguk-angguk saja.
Beberapa hari kemudian, penduduk Bagdad dikejutkan dengan berita besar. Abulara tiba-tiba gila. Kemudian Abu Nawas membawanya ke istana, menghadap baginda Harun Al Rasyid.
Baginda terhenyak
Baginda : Mengapa Abulara tiba-tiba gila? Barangkali kau tahu penyebabnya?
Abu Nawas : Ampun, Baginda. Ini gara-gara ulah Abujahil. Lebih baik Baginda panggil Abujahil agar saya dapat membuktikan bahwa dia penyebabnya.
Baginda lalu mengutus pengawal kerajaan untuk memanggil Abujahil. Tak lama kemudian Abujahil tiba di istana.
Abujahil : Ampun, Baginda. Ada apa saya dipanggil?
Baginda : Abujahil, apa benar kau yang telah menyebabkan Abulara jadi gila?
Abujahil : Apa dasarnya, hamba dituduh seperti itu? (heran)
Abu Nawas : Ya, gara-gara kualinya kau pinjam berhari-hari dia tidak bisa memasak nasi. Dia hanya makan daun-daunan seadanya. Dia stres, dia jadi gila.
Abujahil : (tertawa terbahak-bahak) Apa hubungannya kuali dengan sakit gila? Kalau tidak ada kuali, Abulara, kan bisa menanak nasi dengan gantang atau yang lain. Lagipula mana ada orang tidak makan nasi jadi gila. Apa tidak ada cerita yang lebih lucu lagi!
Abu Nawas : Ada. (potong Abu Nawas segera) Hanya gara-gara pisau ketinggalan di kuali tetangga, ada orang yang tidak bisa membunuh musang. Akibatnya tetangga tersebut disuruh untuk membayar ganti rugi karena dua ekor ayamnya dimakan musang. Apa tidak ada alat lain untuk membunuh musang?
Mendengar cerita Abu Nawas, baginda Harun Al Rasyid menjadi penasaran.
Baginda : Siapa yang telah berbuat seperti itu, Abu Nawas?
Abu Nawas : Tanyakan saja kepada Abujahil, Baginda. (dengan sopan) Baginda : (berpaling kepada Abujahil) Apa jahil berbuat seperti itu? Abujahil : (menunduk diam, ketakutan)
Abulara kemudian tampil menjelaskan semuanya kepada Baginda Harun Al Rasyid. Mendengar penjelasan Abulara, baginda tersenyum.
Baginda : Jadi, ternyata kau tidak gila, Lara? Mana ada orang gila bercerita runtut seperti itu. Pasti Abu Nawas yang mengajarimu.
Abulara : Benar, Baginda, tanpa akal Abu Nawas, Baginda pasti tidak tahu kalau ada hambanya yang sewenang-wenang seperti Abujahil.
Baginda : Ohkalau Abujahil itu urusanku. Sekarang, kalian pulanglah.
Biar Abujahil merasakan hukumannya.
Abulara dan Abu Nawas : Terima kasih Baginda. Kami mohon diri. (berbicara hampir bersamaan dan menyampaikan hormat) Rasain kau Abujahil! orang seperti kamu pantas menerima hakuman. (sambil berlalu).
Diolah dari cerita anak Abunawas
Mentari edisi 356
2. Membaca teks drama
Bentuklah kelompok dengan anggota 5 orang. Bacalah teks drama tersebut dengan penghayatan yang sesuai dengan watak tokoh yang kamu perankan. Tentukan siapa yang menjadi narator (pembaca cerita), Abulara, Abujahil, Abu Nawas dan Baginda.
Nada suara, intonasi, lafal, dan ekspresi dalam membaca teks drama sangat menentukan sukses tidaknya pembacaan drama.
Lakukan pembacaan itu secara bergantian dengan kelompok lain. Kelompok yang dapat membacakan dengan baik akan memperoleh penghargaan dari gurumu. Nilai yang amat bagus, itu sudah tentu diperoleh.
D. Menulis Pengumuman
Pada pelajaran ini, kamu akan belajar menulis pengumuman. Setelah mengikuti pelajaran ini, kamu diharapkan dapat memahami pengumuman. Kamu juga akan tahu bagaimana cara menulis pengumuman. Selanjutnya, kamu harus dapat menulis surat resmi berupa pengumuman. Kamu juga akan dapat memperbaiki hasil karya orang lain.
1. Tata cara menyusun pengumuman
Kamu tentu sudah pernah membaca pengumuman, bukan? Misalnya, membaca pengumuman di sekolah tentang pelaksanaan upacara bendera HUT
RI, pelaksanaan kebersihan masal di sekolah, pengumuman lomba dan sebagainya. Di rumah, kamu membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu tentang pelaksanaan kerja bakti dan sebagainya.
Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan tentang suatu hal penting atau kegiatan penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga)
Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa karena pengumuman bersifat resmi. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman harus dibuat dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Bagaimana cara menyusun pengumuman? Menyusun pengumuman juga harus mengikuti langkah-langkah tertentu seperti menulis surat izin atau mengarang.
Jika kamu ingin menyusun pengumuman, kerjakan langkah berikut.
1. Menyusun ide-ide pokok pengumuman
Ide pokok pengumuman itu meliputi:
a. macam atau jenis pengumuman (hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan);
b. sasaran atau penerima pengumuman;
c. latar belakang (dalam rangka apa pengumuman itu dibuat);
d. pelaksanaan kegiatan (kapan dan di mana tempat kegiatan itu);
e. penutup (berisi harapan atau keinginan pembuat pengumuman);
f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman;
g. tanda tangan dan nama terang dengan jabatan orang yang membuat pengumuman.
2. Menyusun ide pokok pengumuman menjadi kerangka pengumuman, misalnya:
a. jenis pengumuman: pengumuman libur hari besar agama;
b. sasaran: seluruh siswa SD Bina Prestasi;
c. latar belakang: melaksanakan perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan;
d. pelaksanaan: Kamis, 7 Februari 2008;
e. penutup: para siswa diharapkan belajar sendiri di rumah;
f. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman: Sukamakmur, 4 Februari 2008;
g. Pembuat pengumuman.
3. Menyusun kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
SD Bina Prestasi
Jalan Merpati No.3 Kabupaten Sukamakmur Telepon (0271)
6594757
PENGUMUMAN
Diumumkan kepada seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SD Bina Prestasi bahwa sesuaidengan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukamakmur dan berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2007/2008 para siswa libur atau tidak masuk sekolah pada hari Imlek, yaitu:
Hari/tanggal: 7 Februari 2008
Oleh karena itu para siswa agar belajar sendiri di rumah. Atas perhatian para siswa, diucapkan terima kasih.
BAB VIII : PENDIDIKAN
A. Mendengarkan Berita dan Menyimpulkan Isinya.
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar mendengarkan berita. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mencatat pokok-pokok berita yang didengar. Setelah itu, kamu juga diharapkan dapat menyimpulkan isi berita yang didengar.
Pada kegiatan sebelumnya, kamu sudah sering melakukan kegiatan mendengarkan berita. Masih ingatkah kamu bagaimana cara mendengarkan yang tepat agar kamu dapat menangkap isi berita? Tentu saja kamu akan melakukan hal-hal berikut ini:
1. mendengarkan dengan penuh konsentrasi;
2. mencatat pokok-pokok berita dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana;
3. merangkai jawaban tersebut menjadi paragraf yang padu dengan ditambah kata-kata penghubung yang tepat.
1. Mencatat pokok berita yang didengar
Dengarkan berita yang di radio atau lihatlah di televisi. Buatlah catatan dengan format berikut.
Sumber berita : TV/radio Jam tayang : . . . .
Nama penyiar : . . . .
Nama acara : . . . .
Judul berita : . . . .
Pokok-pokok berita:
a. . . . .
b. . . . .
c. . . . .
Perhatikan contoh berikut ini
Sumber Berita : TV/Metro TV
Jam Tayang : 05.45 . Jumat, 25 Juli 2008
Nama Acara : Metro Pagi
Judul Berita : Krisis Listrik
Nama Penyiar : Indra Maulana dan Dani
Pokok-pokok berita
- pemerintah melakukan penghematan energi pada sektor industri sekitar 10 hingga 20%
- pemerintah akan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara menteri energi dan menteri perdagangan untuk melakukan penghematan. Sebagai langkah awal penghematan listrik, misalnya dengan pengalihan jam kerja dan jadwal pemadaman
2. Menyimpulkan isi berita
Kamu masih ingat bagaimana membuat simpulan, bukan? Membuat simpulan berbeda dengan membuat ringkasan. Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian berdasarkan isi yang ada. Susunan simpulan tidak harus urut seperti sumber aslinya. Yang ditonjolkan adalah hal-hal yang mendukung pendapat atau tanggapan serta penilaian yang disampaikan. Sementara, ringkasan adalah bentuk ringkas dari isi berita dan tidak terdapat pendapat atau penilaian tentang isi bacaan.
Contoh:
Kesimpulan dari isi berita tersebut adalah pemerintah telah serius melakukan penghematan untuk menghadapi krisis listrik yang terjadi di negara akhir-akhir ini.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri.
Pada bagian ini, kamu akan belajar membacakan puisi. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat memahami cara membaca puisi. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan berkaitan dengan isi puisi. Selanjutnya, kamu dapat membacakan puisi dengan ekspresi yang tepat.
1. Membaca puisi dan memahami isinya
Bagaimana cara membaca puisi yang baik? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Mengapa? Karena membaca puisi banyak aspek yang sifatnya pribadi. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam membaca puisi. Apabila kamu menirukan cara orang lain membaca puisi, maka kamu telah menampilkan orang lain yang kepribadiannya berbeda dengan dirimu sendiri. Oleh karena itu, jika kamu ingin membaca puisi, kamu harus mampu menjadi dirimu sendiri dan mengenal kepribadianmu sendiri. Berusahalah tampil sepenuhnya sesuai dengan kepribadianmu.
Pembacaan puisi adalah upaya menyampaikan isi, perasaan, dan pikiran yang terkandung dalam puisi kepada orang lain. Oleh karena itu, kamu harus berusaha agar orang yang mendengarnya dapat memahami dan menikmati puisi tersebut.
Untuk dapat membaca puisi dengan baik, seorang pembaca puisi harus memahami isi puisi yang akan dibacanya. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pembaca puisi, yaitu:
1. lafal atau pengucapan; 2. gerak dan mimik;
3. komunikatif.
Supaya lebih jelas, cobalah kamu baca dan pahami uraian berikut.
a. Lafal atau pengucapan
Teknik pelafalan atau pengucapan adalah hal yang amat menentukan berhasil tidaknya pembacaan puisi. Ucapkanlah vokal dan konsonan secara jelas dan tepat. Suara konsonan memberikan penjelasan pada ucapan, sedangkan suara vokal memberikan keindahan. Keduanya tak dapat dipisahkan. Di samping itu berusahalah agar suaramu terdengar merdu. Kemerduan suara menyangkut masalah intonasi, yaitu tekanan dinamik (keras atau lembut), tekanan tempo (cepat atau lambat), dan tekanan nada (tinggi atau rendah).
b. Gerak dan mimik
Yaitu melakukan gerakan yang sesuai dengan isi puisi. Untuk menghasilkan gerak yang tepat, seorang pembaca harus dapat menghilangkan perasaan malu dan kaku. Pembaca harus mendalami makna puisi. Apakah puisi yang dipilih itu puisi yang sendu, sedih, marah, bersemangat, cengeng, dan lain-lain.
c. Komunikatif
Yaitu usaha pembaca untuk mengadakan kontak dengan pendengar (penonton). Kontak ini dilakukan dengan cara sekali-kali melihat kepada penonton. Walaupun kamu membaca puisi, namun kamu jangan sibuk dengan membaca saja.
Supaya lebih jelas cobalah kamu baca puisi berikut ini.
Sebelum kamu membacanya, gurumu akan memberi contoh cara membaca puisi atau memutar VCD pembacaan puisi oleh temanmu yang pernah mengikuti lomba.
2. Memahami isi puisi
Jawablah pertanyaan di bawah ini agar kamu dapat memahami isi puisi tersebut.
a. Mengapa penulis berterima kasih kepada guru?
b. Bagaimana sikap guru dalam membimbing muridnya?
c. Pada bait ketiga penulis berdoa untuk sang guru. Apa isi doa tersebut?
d. Mengapa guru dikatakan memiliki tugas mulia?
e. Apa maksud larik Tidak mengenal miskin dan kaya pada bait kedua puisi tersebut?
C. Menemukan Makna Tersirat dalam Teks.
Pada pelajaran ini, kamu akan kembali membaca intensif teks. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks secara intensif. Kamu juga diharapkan dapat menemukan kata yang bermakna tersirat dalam teks. Selanjutnya, kamu harus dapat menjelaskan makna tersirat yang terdapat dalam kalimat secara tepat.
Sekarang, coba bacalah dalam hati teks berikut.
Nasib Pak Tani
Setiap hari petani bekerja membanting tulang demi mendapatkan hasil panen yang melimpah. Tetapi, kadang-kadang usaha itu menjadi makanan empuk bagi para tengkulak. Mengapa? Sewaktu masa tanam, petani dipinjami uang untuk modal membeli bibit dan pupuk. Di masa panen
para petani harus menjual hasil panennya kepada mereka dengan harga rendah. Demi mengejar rupiah, para tengkulak sering berbuat semena- mena kepada petani. Oleh sebab itu, petani harus mengubah sikap agar tidak bergantung kepada tengkulak.
Titiek Maryuni
Pada teks tersebut terdapat kata-kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi, yang terjadi akibat persamaan sifat. Contoh, kata membanting tulang bersamaan sifat dengan orang yang bekerja keras. Dapat dikatakan bahwa kata membanting tulang memiliki makna tersirat bekerja keras.
2. Menemukan kata yang bermakna asosiasi
Berdasarkan penjelasan di atas, carilah kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi dan tentukan makna tersiratnya dengan menggunakan tabel berikut.
D. Menyusun Naskah Pidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar menulis naskah pidato. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mengamati isi dan struktur naskah pidato. Kamu juga diharapkan dapat membuat kerangka pidato. Setelah itu, kamu harus dapat mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato yang utuh.
Pernahkah kamu berpidato di depan banyak orang. Kamu tentu sudah tahu cara-cara berpidato. Salah satunya adalah berpidato dengan membaca naskah. Nah, bagaimana jika kamu menyusun naskah pidato sendiri? Apa saja langkah- langkah yang harus dikerjakan? Cobalah ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati naskah pidato
Sebelum kamu menyusun naskah pidato sendiri amatilah naskah pidato berikut ini. Cermatilah bagian naskah pidato yang menunjukkan bagian pembukaan pidato, isi pidato, dan penutup pidato.
Perhatikan pidato kepala sekolah saat upacara hari Senin di sekolah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak-anakku semua siswa kelas I sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, Ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan kegiatan rutin, yaitu mengadakan upacara bendera tiap hari Senin. Kita dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari ini semata-mata hanya karena karunia dan rida dari Allah SWT.
Pada kesempatan ini saya mengingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua bapak/ibu guru dan karyawan untuk bersama-sama menegakkan kedisiplinan di sekolah ini. Ya, disiplin adalah misi kita untuk mencapai tujuan. Apakah disiplin itu? Ya, disiplin adalah ketaatan kepada peraturan (tata tertib).
Anak-anakku yang bahagia. Jika kalian ingin sukses, kalian harus disiplin dalam melaksanakan aturan. Setiap pelajar harus memiliki disiplin belajar. Guru yang ingin sukses juga harus disiplin mengajar. Dengan kata lain, siapa pun yang ingin sukses maka harus disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Nah, sebagai remaja haruslah bersemangat baja untuk menempa diri menjadi manusia yang berguna. Apalagi pelajar menjadi tulang punggung negara haruslah sehat, cerdas, dan kuat. Sebagai generasi muda haruslah bersemangat seperti raja siang yang menerangi alam raya.
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa disiplin adalah kunci sukses seseorang. Kedisiplinan dapat mengantarkan kita menuju keberhasilan dan kesuksesan di masa depan.
Demikian sekelumit sambutan saya, terima kasih atas perhatiannya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Sekian mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sri Santosa
2. Menentukan kerangka pidato
Apabila dicermati, pidato tersebut memiliki penuturan sebagai berikut:
a. pendahuluan;
b.permasalahan;
c. pembahasan masalah;
d. kesimpulan/penutup.
A. Mendengarkan Berita dan Menyimpulkan Isinya.
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar mendengarkan berita. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mencatat pokok-pokok berita yang didengar. Setelah itu, kamu juga diharapkan dapat menyimpulkan isi berita yang didengar.
Pada kegiatan sebelumnya, kamu sudah sering melakukan kegiatan mendengarkan berita. Masih ingatkah kamu bagaimana cara mendengarkan yang tepat agar kamu dapat menangkap isi berita? Tentu saja kamu akan melakukan hal-hal berikut ini:
1. mendengarkan dengan penuh konsentrasi;
2. mencatat pokok-pokok berita dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana;
3. merangkai jawaban tersebut menjadi paragraf yang padu dengan ditambah kata-kata penghubung yang tepat.
1. Mencatat pokok berita yang didengar
Dengarkan berita yang di radio atau lihatlah di televisi. Buatlah catatan dengan format berikut.
Sumber berita : TV/radio Jam tayang : . . . .
Nama penyiar : . . . .
Nama acara : . . . .
Judul berita : . . . .
Pokok-pokok berita:
a. . . . .
b. . . . .
c. . . . .
Perhatikan contoh berikut ini
Sumber Berita : TV/Metro TV
Jam Tayang : 05.45 . Jumat, 25 Juli 2008
Nama Acara : Metro Pagi
Judul Berita : Krisis Listrik
Nama Penyiar : Indra Maulana dan Dani
Pokok-pokok berita
- pemerintah melakukan penghematan energi pada sektor industri sekitar 10 hingga 20%
- pemerintah akan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara menteri energi dan menteri perdagangan untuk melakukan penghematan. Sebagai langkah awal penghematan listrik, misalnya dengan pengalihan jam kerja dan jadwal pemadaman
2. Menyimpulkan isi berita
Kamu masih ingat bagaimana membuat simpulan, bukan? Membuat simpulan berbeda dengan membuat ringkasan. Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian berdasarkan isi yang ada. Susunan simpulan tidak harus urut seperti sumber aslinya. Yang ditonjolkan adalah hal-hal yang mendukung pendapat atau tanggapan serta penilaian yang disampaikan. Sementara, ringkasan adalah bentuk ringkas dari isi berita dan tidak terdapat pendapat atau penilaian tentang isi bacaan.
Contoh:
Kesimpulan dari isi berita tersebut adalah pemerintah telah serius melakukan penghematan untuk menghadapi krisis listrik yang terjadi di negara akhir-akhir ini.
B. Membacakan Puisi Karya Sendiri.
Pada bagian ini, kamu akan belajar membacakan puisi. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat memahami cara membaca puisi. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan berkaitan dengan isi puisi. Selanjutnya, kamu dapat membacakan puisi dengan ekspresi yang tepat.
1. Membaca puisi dan memahami isinya
Bagaimana cara membaca puisi yang baik? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Mengapa? Karena membaca puisi banyak aspek yang sifatnya pribadi. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam membaca puisi. Apabila kamu menirukan cara orang lain membaca puisi, maka kamu telah menampilkan orang lain yang kepribadiannya berbeda dengan dirimu sendiri. Oleh karena itu, jika kamu ingin membaca puisi, kamu harus mampu menjadi dirimu sendiri dan mengenal kepribadianmu sendiri. Berusahalah tampil sepenuhnya sesuai dengan kepribadianmu.
Pembacaan puisi adalah upaya menyampaikan isi, perasaan, dan pikiran yang terkandung dalam puisi kepada orang lain. Oleh karena itu, kamu harus berusaha agar orang yang mendengarnya dapat memahami dan menikmati puisi tersebut.
Untuk dapat membaca puisi dengan baik, seorang pembaca puisi harus memahami isi puisi yang akan dibacanya. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pembaca puisi, yaitu:
1. lafal atau pengucapan; 2. gerak dan mimik;
3. komunikatif.
Supaya lebih jelas, cobalah kamu baca dan pahami uraian berikut.
a. Lafal atau pengucapan
Teknik pelafalan atau pengucapan adalah hal yang amat menentukan berhasil tidaknya pembacaan puisi. Ucapkanlah vokal dan konsonan secara jelas dan tepat. Suara konsonan memberikan penjelasan pada ucapan, sedangkan suara vokal memberikan keindahan. Keduanya tak dapat dipisahkan. Di samping itu berusahalah agar suaramu terdengar merdu. Kemerduan suara menyangkut masalah intonasi, yaitu tekanan dinamik (keras atau lembut), tekanan tempo (cepat atau lambat), dan tekanan nada (tinggi atau rendah).
b. Gerak dan mimik
Yaitu melakukan gerakan yang sesuai dengan isi puisi. Untuk menghasilkan gerak yang tepat, seorang pembaca harus dapat menghilangkan perasaan malu dan kaku. Pembaca harus mendalami makna puisi. Apakah puisi yang dipilih itu puisi yang sendu, sedih, marah, bersemangat, cengeng, dan lain-lain.
c. Komunikatif
Yaitu usaha pembaca untuk mengadakan kontak dengan pendengar (penonton). Kontak ini dilakukan dengan cara sekali-kali melihat kepada penonton. Walaupun kamu membaca puisi, namun kamu jangan sibuk dengan membaca saja.
Supaya lebih jelas cobalah kamu baca puisi berikut ini.
Sebelum kamu membacanya, gurumu akan memberi contoh cara membaca puisi atau memutar VCD pembacaan puisi oleh temanmu yang pernah mengikuti lomba.
2. Memahami isi puisi
Jawablah pertanyaan di bawah ini agar kamu dapat memahami isi puisi tersebut.
a. Mengapa penulis berterima kasih kepada guru?
b. Bagaimana sikap guru dalam membimbing muridnya?
c. Pada bait ketiga penulis berdoa untuk sang guru. Apa isi doa tersebut?
d. Mengapa guru dikatakan memiliki tugas mulia?
e. Apa maksud larik Tidak mengenal miskin dan kaya pada bait kedua puisi tersebut?
C. Menemukan Makna Tersirat dalam Teks.
Pada pelajaran ini, kamu akan kembali membaca intensif teks. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks secara intensif. Kamu juga diharapkan dapat menemukan kata yang bermakna tersirat dalam teks. Selanjutnya, kamu harus dapat menjelaskan makna tersirat yang terdapat dalam kalimat secara tepat.
Sekarang, coba bacalah dalam hati teks berikut.
Nasib Pak Tani
Setiap hari petani bekerja membanting tulang demi mendapatkan hasil panen yang melimpah. Tetapi, kadang-kadang usaha itu menjadi makanan empuk bagi para tengkulak. Mengapa? Sewaktu masa tanam, petani dipinjami uang untuk modal membeli bibit dan pupuk. Di masa panen
para petani harus menjual hasil panennya kepada mereka dengan harga rendah. Demi mengejar rupiah, para tengkulak sering berbuat semena- mena kepada petani. Oleh sebab itu, petani harus mengubah sikap agar tidak bergantung kepada tengkulak.
Titiek Maryuni
Pada teks tersebut terdapat kata-kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi, yang terjadi akibat persamaan sifat. Contoh, kata membanting tulang bersamaan sifat dengan orang yang bekerja keras. Dapat dikatakan bahwa kata membanting tulang memiliki makna tersirat bekerja keras.
2. Menemukan kata yang bermakna asosiasi
Berdasarkan penjelasan di atas, carilah kata yang mengalami penggeseran makna asosiasi dan tentukan makna tersiratnya dengan menggunakan tabel berikut.
D. Menyusun Naskah Pidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar menulis naskah pidato. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mengamati isi dan struktur naskah pidato. Kamu juga diharapkan dapat membuat kerangka pidato. Setelah itu, kamu harus dapat mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato yang utuh.
Pernahkah kamu berpidato di depan banyak orang. Kamu tentu sudah tahu cara-cara berpidato. Salah satunya adalah berpidato dengan membaca naskah. Nah, bagaimana jika kamu menyusun naskah pidato sendiri? Apa saja langkah- langkah yang harus dikerjakan? Cobalah ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati naskah pidato
Sebelum kamu menyusun naskah pidato sendiri amatilah naskah pidato berikut ini. Cermatilah bagian naskah pidato yang menunjukkan bagian pembukaan pidato, isi pidato, dan penutup pidato.
Perhatikan pidato kepala sekolah saat upacara hari Senin di sekolah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak-anakku semua siswa kelas I sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, Ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan kegiatan rutin, yaitu mengadakan upacara bendera tiap hari Senin. Kita dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari ini semata-mata hanya karena karunia dan rida dari Allah SWT.
Pada kesempatan ini saya mengingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua bapak/ibu guru dan karyawan untuk bersama-sama menegakkan kedisiplinan di sekolah ini. Ya, disiplin adalah misi kita untuk mencapai tujuan. Apakah disiplin itu? Ya, disiplin adalah ketaatan kepada peraturan (tata tertib).
Anak-anakku yang bahagia. Jika kalian ingin sukses, kalian harus disiplin dalam melaksanakan aturan. Setiap pelajar harus memiliki disiplin belajar. Guru yang ingin sukses juga harus disiplin mengajar. Dengan kata lain, siapa pun yang ingin sukses maka harus disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Nah, sebagai remaja haruslah bersemangat baja untuk menempa diri menjadi manusia yang berguna. Apalagi pelajar menjadi tulang punggung negara haruslah sehat, cerdas, dan kuat. Sebagai generasi muda haruslah bersemangat seperti raja siang yang menerangi alam raya.
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa disiplin adalah kunci sukses seseorang. Kedisiplinan dapat mengantarkan kita menuju keberhasilan dan kesuksesan di masa depan.
Demikian sekelumit sambutan saya, terima kasih atas perhatiannya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Sekian mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sri Santosa
2. Menentukan kerangka pidato
Apabila dicermati, pidato tersebut memiliki penuturan sebagai berikut:
a. pendahuluan;
b.permasalahan;
c. pembahasan masalah;
d. kesimpulan/penutup.
BAB VII : KETERTIBAN
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar memahami drama. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mendengarkan rekaman drama atau mendengarkan cuplikan drama yang dibacakan dengan tertib. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang disediakan sesuai dengan isi drama. Selanjutnya, kamu juga harus bisa menceritakan kembali secara lisan isi drama pendek.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan rekaman drama berikut atau dapat dibacakan oleh guru atau siswa
Becak Emak
(diolah dari Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto)
Semalam, Emak menunggui Abah yang pulang dengan tangan kosong, karena becaknya disita. Tengah malam, Abah dipanggil ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan. Emak menunggu sampai tertidur di kursi. Emak sangat letih hingga untuk pertama kalinya Emak tak melihat keberangkatan putri- putrinya.
Sewaktu bangun, Abah sudah membuatkan teh, dan terdengar percakapan Wawan dengan Abah dari teras rumah.
Wawan : Jadi, becaknya masih ditahan polisi, Bah?
Abah : Masih, tak masalah, karena surat-suratnya lengkap. Abah tidak membuat kesalahan di jalan.
Wawan : Kenapa tidak diambil, Bah?
Abah : Ya, besok (pelan penuh bijaksana)
Karena yang kena razia, kan puluhan becak, kalau satu dibebaskan, yang lain iri. Lagi pula suasananya sangat tegang dan banyak kerumunan.
Emak : (datang sambil mengangguk dan tersenyum, duduk di samping Abah) Abah : Jangan pikirkan, Mak!
Emak : (tersenyum lalu pergi mandi, ganti baju, menyisir rambut. Gayanya tetap tenang)
Abah : Mau pergi ke mana, Mak? Emak : Ke kantor polisi.
Abah : Untuk apa?
Emak : (dengan tenang) Untuk mengambil becak. Becak itu napas keluarga kita. Becak itu nyawa bagi kita, Bah? Becak itu tak salah apa-apa, kita membayar pajak. Abah tidak salah jalan. Saya tak mau becak ditahan.
Abah : Maak (sambil mendekat) Emak serius?
Emak : Kalau menyangkut kehidupan kita, saya serius, Bah. Abah : Dengar dulu, Mak!
Emak : Saya sudah cukup mendengarkan. Kalau Abah tak dapat mengambil, saya akan mengambil sekarang.
Abah : Tunggu dulu, Mak. Soalnya tak sederhana itu. Kalau Emak mengambil becak, sementara becak-becak yang lain masih di sana.
Emak : Kita mesti mengurusi diri kita sendiri, Bah. (tetap tenang, tanpa emosi, tanpa suara keras. Emak tetap pada niatnya)
2. Memahami Isi Drama Pendek
Sekarang, coba jawablah pertanyaan berikut ini. Kerjakan di buku kerjamu!
a. Mengapa pagi itu Emak tidak dapat melihat keberangkatan putri-putrinya?
b.Becak Abah ditahan di kantor polisi. Apakah Abah melakukan kesalahan?Berilah alasan!
c. Bagaimana sikap Emak setelah mendengar percakapan Abah dengan Wawan?
d. Berdasar drama tersebut, bagaimana watak Abah dan bagaimana watak Emak?
B. Berpidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar berpidato. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mengenal bagian-bagian naskah pidato. Kamu juga harus dapat menyebutkan beberapa metode berpidato. Kemudian, diharapkan kamu dapat berpidato sesuai dengan tema yang ditentukan
1. Mengenal bagian-bagian naskah pidato
Dengarkan baik-baik naskah pidato yang dibacakan temanmu berikut
ini.
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Anak-anakku semua para siswa kelasI sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin.
Pada kesempatan ini, saya meng- ingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua Bapak/Ibu guru, dan kar-yawan untuk bersama-sama me- negakkan tata tertib di sekolah ini. Kita semua menyadari bahwa tata tertib di sekolah ini tidak hanya berlaku bagi para siswa, tetapi juga bagi kepala sekolah, guru, dan karyawan. Karena kesadaran itulah maka sekolah ini selalu menjadi contoh sebagai sekolah yang tertib, aman, dan bersih. Predikat yang sudah kita sandang ini, janganlah membuat kita sombong, tetapi kita harus terus berusaha agar ketertiban, keamanan, dan kebersihan di sekolah ini tetap terjaga dan bahkan terus meningkat lebih baik.
Sebagai kepala sekolah, saya mengucapkan terima kasih kepada Anak- anak, Bapak/Ibu guru, dan karyawan yang dengan ikhlas dan dengan kesungguhan hati bersama-sama menegakkan disiplin dan selalu meningkatkan prestasi pada semua bidang. Semoga usaha kita senantiasa mendapat rida dari Allah SWT. Kepada anak-anakku, teruslah belajar dan berkarya. Jadilah anak-anak yang berguna. Kami para orang tua selalu berdoa semoga kalian menjadi generasi muda yang cerdas dan sehat.
Saya akhiri amanat saya, jika ada kesalahan dan hal yang kurang berkenan, saya minta maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jika dicermati, pidato tersebut terdapat tiga bagian pidato, yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup pidato.
a. Tunjukkan paragraf yang menyampaikan pendahuluan atau pengantar pidato!
b. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian isi pidato!
c. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian penutup pidato!
Agar kamu lebih memahami isi pidato, selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Siapa yang berpidato?
b. Pada acara apa pidato itu?
c. Di mana acara itu berlangsung?
d. Sebutkan harapan yang ditujukan kepada anak-anak dan kepada guru/ karyawan?
e. Apa tema pidato tersebut?
2. Mengenal beberapa metode berpidato
Kamu telah mendengar pidato yang dibacakan oleh temanmu, bukan? Nah, begitulah contoh berpidato dengan metode membaca. Meskipun membaca, tetapi nada, intonasi, dan ekspresi gurumu tetap menggambarkan nada dan intonasi orang berpidato. Bisakah kamu meniru seperti itu? Tentu saja bisa. Selain berpidato dengan metode membaca, adakah metode lainnya?
Ada 4 metode berpidato sebagai berikut.
a. Metode membaca naskah, yaitu berpidato dengan cara membaca naskah pidato yang sudah ditulis atau disiapkan sebelumnya.
b. Metode menghafal, yaitu berpidato dengan cara menghafalkan naskahpidato yang sudah ada. Para siswa yang sedang berlatih perpidato boleh memilih metode ini.
c. Metode serta merta, yaitu berpidato tanpa persiapan tertulis. Pembicara berpidato secara spontan. Metode ini dipakai oleh para pemuka masyarakat yang sering berpidato secara mendadak atau spontan. Orang yang sudah ahli berpidato dapat menggunakan metode ini.
d. Berpidato dengan menggunakan catatan kecil sebagai kerangka pidato. Kerangka pidato ini dipakai sebagai dasar untuk berbicara agar isi pidato menjadi urut, runtut, dan terarah. Jika kamu melihat orang berpidato dengan membawa kertas kecil yang berisi tulisan singkat, tetapi dia dapat berpidato berjam-jam berarti orang itu telah memilih metode ini.
2. Menggunakan kalimat majemuk hubungan pertentangan
Tahukah kamu apa ciri kalimat majemuk yang mengandung hubungan pertentangan? Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Hal yang dinyatakan sebelumnya bertentangan dengan hal yang dinyatakan sesudahnya.
b. Hubungan tersebut ditandai oleh penggunaan kata penghubung tetapi, namun, melainkan, sebaliknya, padahal dan sebagainya.
Contoh:
a. Ia sudah bekerja keras padahal tubuhnya belum kuat benar.
b. Saya ingin bermain sepak bola namun hujan turun sangat deras.
c. Penampilan Fina tomboi tetapi tingkah lakunya lambat.
d. Ibu tidak memilih baju biru melainkan baju merah.
e. Adiknya sangat rajin sebaliknya kakaknya sangat malas belajar
Untuk menguji pamahamanmu, kerjakan latihan berikut.
C. Membaca Teks Drama
Setelah belajar berpidato, sekarang kamu akan membaca naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks drama anak dengan intonasi yang tepat dan menjawab pertanyaan isi drama. Kamu juga diharapkan dapat mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat, latar, dan amanat) drama anak. Kemudian, kamu harus dapat memerankan drama di depan kelas sesuai dengan watak pelaku dalam drama.
1. Membaca teks drama
Berkelompoklah dengan anggota 4 anak. Bacalah teks drama berikut ini. Tentukan siapa yang menjadi narator, Nano, Andi, dan polisi. Bacalah dengan intonasi yang tepat sesuai dengan peranmu.
Pengorbanan
Suatu hari Andi dan Nano tidak masuk sekolah. Mereka berdua merencanakan pergi ke Bandungan terus ke Candi Gedung Songo. Mereka berdua berkencan di depan pasar Jatingaleh, Semarang. Sejak tadi Andi gelisah karena sudah satu jam dari waktu yang
ditentukan Nano belum datang juga. Di tengah kecemasannya Nano kemudian tiba.
Nano : Maaf, Ndi saya agak terlambat. (Nano menjelaskan dengan agak takut)
Andi : Mengapa terlambat? Bukankah kita sepakat datang di tempat ini pukul
8.00. (dengan marah)
Nano : Iya, tetapi tadi ada kemacetan di jalan. Bagaimana kita jadi pergi, nggak?
Andi : Ya, jadi! Kita sudah terlanjur membolos tidak masuk sekolah.
Nano : Kalau begitu, kita segera berangkat
saja. Ayo aku mbonceng. (sambil mbonceng di atas sepeda motor Andi).
Di tengah perjalanan Andi dan Nano dihentikan polisi.
Polisi : Selamat siang, Dik. Boleh saya lihat STNK-nya? Adik membawa STNK? (dengan sopan)
Andi : Tidak, Pak. (dengan gemetar) Polisi : Sudah punya SIM?
Andi : Belum, Pak! (ketakutan dan pucat)
Polisi : Adik mau ke mana? Andi : Ke Bandungan, Pak. Polisi : Adik berdua mbolos, ya? Andi dan Nano : Ya, Pak! (lirih) Polisi : Ayo, ke kantor polisi.
Di kantor polisi Andi duduk di samping Nano. Di depannya, Pak Polisi dengan mesin ketiknya menanyai mereka berdua.
Polisi : Kepergian adik tidak seizin orang tua?
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan).
Polisi : Sekarang, sepeda adik saya tahan. Orang tuamu besok pagi agar mengambil di kantor polisi sini, siapa namamu dan nama orang tuamu?
Andi : Nama saya Andi Pak, nama orang tua saya Pariman.
Polisi : Kamu? (sambil menunjuk ke Nano).
Nano : Nama saya Nano dan nama ayah saya Leo Harsono.
Polisi : Di mana alamat rumahmu, Andi?
Andi : Jl. Pasang Tengah No. 18, Pedurungan, Semarang.
Polisi : Kamu Nano?
Nano : Jl. Pemuda No. 7, Karangturi, Semarang.
Polisi : Ya, sekarang kamu pulang naik angkot! Beritahukan peristiwa ini kepada orang tuamu.
Andi dan Nano : Ya, Pak. Terima kasih. Permisi, Pak!
Polisi : Ya, hati-hati di jalan, jangan diulangi lagi perbuatan mbolosmu, ya!
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan)
2. Menjawab pertanyaan isi drama
Sekarang, cobalah menjawab pertanyaan berikut ini!
a. Andi dan Nano pada hari itu akan ke mana?
b. Apakah mereka berdua izin kepada guru dan kepada orang tua? Dari mana kamu tahu?
c. Surat-surat apakah yang harus dibawa oleh pengendara sepeda motor?
d. Membawa suratkah Andi dan Nano? Bagaimana akibatnya?
e. Andi dan Nano tidak masuk sekolah (mbolos). Setujukah kamu terhadap tindakan Andi dan Nano tersebut? Berilah alasan!
f. Bagaimana akibat dari perbuatan mereka berdua?
g. Setujukah kamu dengan perbuatan Andi dan Nano? Mengapa?
3. Mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat) drama anak
Setiap karya sastra, baik berbentuk cerita maupun drama memiliki unsur tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat. Unsur-unsur tersebut disebut unsur
intrinsik. Agar kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik drama, kamu harus mengikuti drama atau dengan membaca teks drama itu dengan sungguh- sungguh. Perhatikan contoh cuplikan teks drama berikut ini.
Ken Arok
Babak I
Suatu siang di tengah belantara, siang hari menuju sore
Adegan I
Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebagainya. Tita, sahabat dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati arah dari mana rombongan pedagang akan datang.Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang perampok, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.
Perampok I : Tita bisakah dia tidur seperti itu? Tita : (tersenyum) Apa salahnya dia tidur?
Pe rampok I : Ya tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas orang lain gelisah dan tegang, ia enak-enakan tidur.
Tita : Kalau takut, kami tidak memaksamu ikut dalam pekerjaan ini. Perampok I : Kau tahu saya tidak takit.
Tita : Barangkali kau tidak percaya kepadanya.
Pe rampok I : (ragu-ragu) Tidak juga, dia begitu terkenal , masa bertindak sembrono.
Tita : (tersenyum) Kau tidak akan memahaminya. Dia bukan manusia.
Sekarang tenanglah.
Adegan II
Ken Arok bangun dan bangkit, seperti seekor harimau ia menggeliat. Ia berjalan ke arah anak buahnya. Gerakannya memperlihatkan gerakan seekor binatang buas, lembut tetapi penuh tenaga. Ia memandang ke arah matahari.
Ken Arok : Dalam beberapa saat mereka akan tiba. Tita : Bagaimana kau tahu?
Ken Arok : Dari Kediri mereka berangkat subuh. Mereka membawa beban dan gerakan mereka tidak akan cepat. Jadi dalam beberapa saat baru mereka tiba di sini.
Tita : Kau yakin?
K Ken Arok : Sudah kucium bau mereka. Sekarang, cepat kalian bersem- bunyi. Aku akan membunuh yang paling kuat diantara mereka,
begitu aku menyerang kalian langsung menyerang (para perampok bersembunyi kecuali Ken Arok)
Tita : Arok. Sembunyilah kau!
Ken Arok : Tidak. Sembunyilah kalian. (Terdengar suara rombongan datang.
Ken Arok berdiri di tengah jalan)
Berdasarkan teks drama tersebut kamu dapat mengetahui unsur intrinsiknya sebagai berikut:
a. Drama tersebut mengisahkan gerombolsn persmpok yang dipimpin oleh Ken Arok sedang menunggu rombongan pedagang yang akan tiba.
b. Latar peristiwanya adalah ditengah hutan pada siang menjelang sore (senja hari).
c. Tokoh-tokohnya adalah sebagai berikut.
1. KenArok yang berwatak kejam, suka membunuh korban dan merampok hartanya
2. Perampok I: perampokperampok yang taat kepada Ken Arok sebagai pemimpin walaupun kadang-kadang heran dengan perilaku ken arok
3. Tita: perampok yang taat kepada Ken Arok dia lebih pemberani dibanding dengan teman-temannya
d. Amanat drama tersebut adalah bahwa sebagai manusia haruslah berbuat baik kepada sesamanya. Janganlah menjadi manusia yang suka merugikan orang lain. Jangan menjadi perampok. Jangan menjadi pembunuh. Masih banyak pekerjaan yang halal yang diridloi oleh allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
D. Menulis Surat Izin
Pada aspek keterampilan menulis, kamu akan kembali membahas surat resmi. Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan kamu dapat mengetahui unsur-unsur surat izin. Kamu juga diharapkan dapat memahami format surat izin. Akhirnya, kamu diharapkan dapat membuat surat izin.
Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah mempelajari tentang surat resmi. Coba jelaskan apa surat resmi itu? Sebutkan contoh surat resmi! pernahkah kamu menulis surat izin tidak masuk sekolah? Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menulis surat izin kepada bapak/ibu guru.
1. Cermatilah contoh surat izin berikut ini.
Sidomulyo, 11 Februari, 2008
Yth. Bapak/ibu guru kelas VI SD Negeri Tempel
di Tempel Sukasari
Dengan hormat
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
nama : Dwi Astuti
kelas : VI SD Negeri Tempel
Memberitahukan bahwa pada hari ini Senin, 11 Februari 2008 tidak dapat masuk sekolah karena sakit.
Oleh karena itu, saya mohon izin tidak mengikuti pelajaran selama 3 hari sesuai dengan surat keterangan sakit dari dokter yang saya lampirkan pada surat ini.
Kemudian atas perkenannya, saya mengucapkan terima kasih.
2. Jawablah pertanyaan berikut ini.
a. Siapa yang menulis surat izin tersebut?
b. Kepada siapa surat izin tersebut ditujukan?
c. Apa isi surat tersebut?
d. Samakah bahasa surat izin kepada guru kelas dengan surat pribadi yang ditujukan kepada temanmu? Di mana perbedaannya?
e. Sebutkan bagian-bagian surat izin tersebut!
3. Menulis surat permohonan izin
Bagaimana cara menyusun surat permohonan izin yang baik dan benar? Menyusun surat permohonan izin harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkah dalam menyusun surat permohonan izin adalah sebagai berikut:
a. mendaftar ide pokok, yang meliputi: kepada siapa izin itu disampaikan (izin sakit, izin meminjam barang, izin menggunakan tempat/gedung dan sebagainya), berapa lama permohonan izin tesebut, jaminan apa yang ditawarkan (berjanji segera masuk jika sudah sembuh, berjanji segera mengembalikan barang, dan sebagainya), sampaikan ucapan terima kasih;
b. menyusun ide pokok dalam bentuk kerangka surat;
c. mengembangkan kerangka tersebut menjadi surat permohonan izin dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar.
A. Memahami Drama Pendek
Pada awal pelajaran ini, kamu akan belajar memahami drama. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat mendengarkan rekaman drama atau mendengarkan cuplikan drama yang dibacakan dengan tertib. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang disediakan sesuai dengan isi drama. Selanjutnya, kamu juga harus bisa menceritakan kembali secara lisan isi drama pendek.
1. Mendengarkan drama pendek
Dengarkan rekaman drama berikut atau dapat dibacakan oleh guru atau siswa
Becak Emak
(diolah dari Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto)
Semalam, Emak menunggui Abah yang pulang dengan tangan kosong, karena becaknya disita. Tengah malam, Abah dipanggil ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan. Emak menunggu sampai tertidur di kursi. Emak sangat letih hingga untuk pertama kalinya Emak tak melihat keberangkatan putri- putrinya.
Sewaktu bangun, Abah sudah membuatkan teh, dan terdengar percakapan Wawan dengan Abah dari teras rumah.
Wawan : Jadi, becaknya masih ditahan polisi, Bah?
Abah : Masih, tak masalah, karena surat-suratnya lengkap. Abah tidak membuat kesalahan di jalan.
Wawan : Kenapa tidak diambil, Bah?
Abah : Ya, besok (pelan penuh bijaksana)
Karena yang kena razia, kan puluhan becak, kalau satu dibebaskan, yang lain iri. Lagi pula suasananya sangat tegang dan banyak kerumunan.
Emak : (datang sambil mengangguk dan tersenyum, duduk di samping Abah) Abah : Jangan pikirkan, Mak!
Emak : (tersenyum lalu pergi mandi, ganti baju, menyisir rambut. Gayanya tetap tenang)
Abah : Mau pergi ke mana, Mak? Emak : Ke kantor polisi.
Abah : Untuk apa?
Emak : (dengan tenang) Untuk mengambil becak. Becak itu napas keluarga kita. Becak itu nyawa bagi kita, Bah? Becak itu tak salah apa-apa, kita membayar pajak. Abah tidak salah jalan. Saya tak mau becak ditahan.
Abah : Maak (sambil mendekat) Emak serius?
Emak : Kalau menyangkut kehidupan kita, saya serius, Bah. Abah : Dengar dulu, Mak!
Emak : Saya sudah cukup mendengarkan. Kalau Abah tak dapat mengambil, saya akan mengambil sekarang.
Abah : Tunggu dulu, Mak. Soalnya tak sederhana itu. Kalau Emak mengambil becak, sementara becak-becak yang lain masih di sana.
Emak : Kita mesti mengurusi diri kita sendiri, Bah. (tetap tenang, tanpa emosi, tanpa suara keras. Emak tetap pada niatnya)
2. Memahami Isi Drama Pendek
Sekarang, coba jawablah pertanyaan berikut ini. Kerjakan di buku kerjamu!
a. Mengapa pagi itu Emak tidak dapat melihat keberangkatan putri-putrinya?
b.Becak Abah ditahan di kantor polisi. Apakah Abah melakukan kesalahan?Berilah alasan!
c. Bagaimana sikap Emak setelah mendengar percakapan Abah dengan Wawan?
d. Berdasar drama tersebut, bagaimana watak Abah dan bagaimana watak Emak?
B. Berpidato.
Pada pertemuan ini, kamu akan belajar berpidato. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat mengenal bagian-bagian naskah pidato. Kamu juga harus dapat menyebutkan beberapa metode berpidato. Kemudian, diharapkan kamu dapat berpidato sesuai dengan tema yang ditentukan
1. Mengenal bagian-bagian naskah pidato
Dengarkan baik-baik naskah pidato yang dibacakan temanmu berikut
ini.
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Anak-anakku semua para siswa kelasI sampai kelas VI yang saya cintai. Bapak, ibu, dan karyawan yang saya hormati. Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita semua telah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pada pagi hari ini dapat melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin.
Pada kesempatan ini, saya meng- ingatkan dan mengajak kepada anak- anakku dan semua Bapak/Ibu guru, dan kar-yawan untuk bersama-sama me- negakkan tata tertib di sekolah ini. Kita semua menyadari bahwa tata tertib di sekolah ini tidak hanya berlaku bagi para siswa, tetapi juga bagi kepala sekolah, guru, dan karyawan. Karena kesadaran itulah maka sekolah ini selalu menjadi contoh sebagai sekolah yang tertib, aman, dan bersih. Predikat yang sudah kita sandang ini, janganlah membuat kita sombong, tetapi kita harus terus berusaha agar ketertiban, keamanan, dan kebersihan di sekolah ini tetap terjaga dan bahkan terus meningkat lebih baik.
Sebagai kepala sekolah, saya mengucapkan terima kasih kepada Anak- anak, Bapak/Ibu guru, dan karyawan yang dengan ikhlas dan dengan kesungguhan hati bersama-sama menegakkan disiplin dan selalu meningkatkan prestasi pada semua bidang. Semoga usaha kita senantiasa mendapat rida dari Allah SWT. Kepada anak-anakku, teruslah belajar dan berkarya. Jadilah anak-anak yang berguna. Kami para orang tua selalu berdoa semoga kalian menjadi generasi muda yang cerdas dan sehat.
Saya akhiri amanat saya, jika ada kesalahan dan hal yang kurang berkenan, saya minta maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jika dicermati, pidato tersebut terdapat tiga bagian pidato, yaitu: pendahuluan, isi, dan penutup pidato.
a. Tunjukkan paragraf yang menyampaikan pendahuluan atau pengantar pidato!
b. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian isi pidato!
c. Tunjukkan paragraf yang merupakan bagian penutup pidato!
Agar kamu lebih memahami isi pidato, selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Siapa yang berpidato?
b. Pada acara apa pidato itu?
c. Di mana acara itu berlangsung?
d. Sebutkan harapan yang ditujukan kepada anak-anak dan kepada guru/ karyawan?
e. Apa tema pidato tersebut?
2. Mengenal beberapa metode berpidato
Kamu telah mendengar pidato yang dibacakan oleh temanmu, bukan? Nah, begitulah contoh berpidato dengan metode membaca. Meskipun membaca, tetapi nada, intonasi, dan ekspresi gurumu tetap menggambarkan nada dan intonasi orang berpidato. Bisakah kamu meniru seperti itu? Tentu saja bisa. Selain berpidato dengan metode membaca, adakah metode lainnya?
Ada 4 metode berpidato sebagai berikut.
a. Metode membaca naskah, yaitu berpidato dengan cara membaca naskah pidato yang sudah ditulis atau disiapkan sebelumnya.
b. Metode menghafal, yaitu berpidato dengan cara menghafalkan naskahpidato yang sudah ada. Para siswa yang sedang berlatih perpidato boleh memilih metode ini.
c. Metode serta merta, yaitu berpidato tanpa persiapan tertulis. Pembicara berpidato secara spontan. Metode ini dipakai oleh para pemuka masyarakat yang sering berpidato secara mendadak atau spontan. Orang yang sudah ahli berpidato dapat menggunakan metode ini.
d. Berpidato dengan menggunakan catatan kecil sebagai kerangka pidato. Kerangka pidato ini dipakai sebagai dasar untuk berbicara agar isi pidato menjadi urut, runtut, dan terarah. Jika kamu melihat orang berpidato dengan membawa kertas kecil yang berisi tulisan singkat, tetapi dia dapat berpidato berjam-jam berarti orang itu telah memilih metode ini.
2. Menggunakan kalimat majemuk hubungan pertentangan
Tahukah kamu apa ciri kalimat majemuk yang mengandung hubungan pertentangan? Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Hal yang dinyatakan sebelumnya bertentangan dengan hal yang dinyatakan sesudahnya.
b. Hubungan tersebut ditandai oleh penggunaan kata penghubung tetapi, namun, melainkan, sebaliknya, padahal dan sebagainya.
Contoh:
a. Ia sudah bekerja keras padahal tubuhnya belum kuat benar.
b. Saya ingin bermain sepak bola namun hujan turun sangat deras.
c. Penampilan Fina tomboi tetapi tingkah lakunya lambat.
d. Ibu tidak memilih baju biru melainkan baju merah.
e. Adiknya sangat rajin sebaliknya kakaknya sangat malas belajar
Untuk menguji pamahamanmu, kerjakan latihan berikut.
C. Membaca Teks Drama
Setelah belajar berpidato, sekarang kamu akan membaca naskah drama. Setelah proses pembelajaran, diharapkan kamu dapat membaca teks drama anak dengan intonasi yang tepat dan menjawab pertanyaan isi drama. Kamu juga diharapkan dapat mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat, latar, dan amanat) drama anak. Kemudian, kamu harus dapat memerankan drama di depan kelas sesuai dengan watak pelaku dalam drama.
1. Membaca teks drama
Berkelompoklah dengan anggota 4 anak. Bacalah teks drama berikut ini. Tentukan siapa yang menjadi narator, Nano, Andi, dan polisi. Bacalah dengan intonasi yang tepat sesuai dengan peranmu.
Pengorbanan
Suatu hari Andi dan Nano tidak masuk sekolah. Mereka berdua merencanakan pergi ke Bandungan terus ke Candi Gedung Songo. Mereka berdua berkencan di depan pasar Jatingaleh, Semarang. Sejak tadi Andi gelisah karena sudah satu jam dari waktu yang
ditentukan Nano belum datang juga. Di tengah kecemasannya Nano kemudian tiba.
Nano : Maaf, Ndi saya agak terlambat. (Nano menjelaskan dengan agak takut)
Andi : Mengapa terlambat? Bukankah kita sepakat datang di tempat ini pukul
8.00. (dengan marah)
Nano : Iya, tetapi tadi ada kemacetan di jalan. Bagaimana kita jadi pergi, nggak?
Andi : Ya, jadi! Kita sudah terlanjur membolos tidak masuk sekolah.
Nano : Kalau begitu, kita segera berangkat
saja. Ayo aku mbonceng. (sambil mbonceng di atas sepeda motor Andi).
Di tengah perjalanan Andi dan Nano dihentikan polisi.
Polisi : Selamat siang, Dik. Boleh saya lihat STNK-nya? Adik membawa STNK? (dengan sopan)
Andi : Tidak, Pak. (dengan gemetar) Polisi : Sudah punya SIM?
Andi : Belum, Pak! (ketakutan dan pucat)
Polisi : Adik mau ke mana? Andi : Ke Bandungan, Pak. Polisi : Adik berdua mbolos, ya? Andi dan Nano : Ya, Pak! (lirih) Polisi : Ayo, ke kantor polisi.
Di kantor polisi Andi duduk di samping Nano. Di depannya, Pak Polisi dengan mesin ketiknya menanyai mereka berdua.
Polisi : Kepergian adik tidak seizin orang tua?
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan).
Polisi : Sekarang, sepeda adik saya tahan. Orang tuamu besok pagi agar mengambil di kantor polisi sini, siapa namamu dan nama orang tuamu?
Andi : Nama saya Andi Pak, nama orang tua saya Pariman.
Polisi : Kamu? (sambil menunjuk ke Nano).
Nano : Nama saya Nano dan nama ayah saya Leo Harsono.
Polisi : Di mana alamat rumahmu, Andi?
Andi : Jl. Pasang Tengah No. 18, Pedurungan, Semarang.
Polisi : Kamu Nano?
Nano : Jl. Pemuda No. 7, Karangturi, Semarang.
Polisi : Ya, sekarang kamu pulang naik angkot! Beritahukan peristiwa ini kepada orang tuamu.
Andi dan Nano : Ya, Pak. Terima kasih. Permisi, Pak!
Polisi : Ya, hati-hati di jalan, jangan diulangi lagi perbuatan mbolosmu, ya!
Andi dan Nano : Ya, Pak. (hampir bersamaan)
2. Menjawab pertanyaan isi drama
Sekarang, cobalah menjawab pertanyaan berikut ini!
a. Andi dan Nano pada hari itu akan ke mana?
b. Apakah mereka berdua izin kepada guru dan kepada orang tua? Dari mana kamu tahu?
c. Surat-surat apakah yang harus dibawa oleh pengendara sepeda motor?
d. Membawa suratkah Andi dan Nano? Bagaimana akibatnya?
e. Andi dan Nano tidak masuk sekolah (mbolos). Setujukah kamu terhadap tindakan Andi dan Nano tersebut? Berilah alasan!
f. Bagaimana akibat dari perbuatan mereka berdua?
g. Setujukah kamu dengan perbuatan Andi dan Nano? Mengapa?
3. Mengidentifikasi unsur (tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat) drama anak
Setiap karya sastra, baik berbentuk cerita maupun drama memiliki unsur tokoh, sifat tokoh, latar, alur, dan amanat. Unsur-unsur tersebut disebut unsur
intrinsik. Agar kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik drama, kamu harus mengikuti drama atau dengan membaca teks drama itu dengan sungguh- sungguh. Perhatikan contoh cuplikan teks drama berikut ini.
Ken Arok
Babak I
Suatu siang di tengah belantara, siang hari menuju sore
Adegan I
Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebagainya. Tita, sahabat dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati arah dari mana rombongan pedagang akan datang.Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang perampok, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.
Perampok I : Tita bisakah dia tidur seperti itu? Tita : (tersenyum) Apa salahnya dia tidur?
Pe rampok I : Ya tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas orang lain gelisah dan tegang, ia enak-enakan tidur.
Tita : Kalau takut, kami tidak memaksamu ikut dalam pekerjaan ini. Perampok I : Kau tahu saya tidak takit.
Tita : Barangkali kau tidak percaya kepadanya.
Pe rampok I : (ragu-ragu) Tidak juga, dia begitu terkenal , masa bertindak sembrono.
Tita : (tersenyum) Kau tidak akan memahaminya. Dia bukan manusia.
Sekarang tenanglah.
Adegan II
Ken Arok bangun dan bangkit, seperti seekor harimau ia menggeliat. Ia berjalan ke arah anak buahnya. Gerakannya memperlihatkan gerakan seekor binatang buas, lembut tetapi penuh tenaga. Ia memandang ke arah matahari.
Ken Arok : Dalam beberapa saat mereka akan tiba. Tita : Bagaimana kau tahu?
Ken Arok : Dari Kediri mereka berangkat subuh. Mereka membawa beban dan gerakan mereka tidak akan cepat. Jadi dalam beberapa saat baru mereka tiba di sini.
Tita : Kau yakin?
K Ken Arok : Sudah kucium bau mereka. Sekarang, cepat kalian bersem- bunyi. Aku akan membunuh yang paling kuat diantara mereka,
begitu aku menyerang kalian langsung menyerang (para perampok bersembunyi kecuali Ken Arok)
Tita : Arok. Sembunyilah kau!
Ken Arok : Tidak. Sembunyilah kalian. (Terdengar suara rombongan datang.
Ken Arok berdiri di tengah jalan)
Berdasarkan teks drama tersebut kamu dapat mengetahui unsur intrinsiknya sebagai berikut:
a. Drama tersebut mengisahkan gerombolsn persmpok yang dipimpin oleh Ken Arok sedang menunggu rombongan pedagang yang akan tiba.
b. Latar peristiwanya adalah ditengah hutan pada siang menjelang sore (senja hari).
c. Tokoh-tokohnya adalah sebagai berikut.
1. KenArok yang berwatak kejam, suka membunuh korban dan merampok hartanya
2. Perampok I: perampokperampok yang taat kepada Ken Arok sebagai pemimpin walaupun kadang-kadang heran dengan perilaku ken arok
3. Tita: perampok yang taat kepada Ken Arok dia lebih pemberani dibanding dengan teman-temannya
d. Amanat drama tersebut adalah bahwa sebagai manusia haruslah berbuat baik kepada sesamanya. Janganlah menjadi manusia yang suka merugikan orang lain. Jangan menjadi perampok. Jangan menjadi pembunuh. Masih banyak pekerjaan yang halal yang diridloi oleh allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
D. Menulis Surat Izin
Pada aspek keterampilan menulis, kamu akan kembali membahas surat resmi. Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan kamu dapat mengetahui unsur-unsur surat izin. Kamu juga diharapkan dapat memahami format surat izin. Akhirnya, kamu diharapkan dapat membuat surat izin.
Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah mempelajari tentang surat resmi. Coba jelaskan apa surat resmi itu? Sebutkan contoh surat resmi! pernahkah kamu menulis surat izin tidak masuk sekolah? Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menulis surat izin kepada bapak/ibu guru.
1. Cermatilah contoh surat izin berikut ini.
Sidomulyo, 11 Februari, 2008
Yth. Bapak/ibu guru kelas VI SD Negeri Tempel
di Tempel Sukasari
Dengan hormat
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
nama : Dwi Astuti
kelas : VI SD Negeri Tempel
Memberitahukan bahwa pada hari ini Senin, 11 Februari 2008 tidak dapat masuk sekolah karena sakit.
Oleh karena itu, saya mohon izin tidak mengikuti pelajaran selama 3 hari sesuai dengan surat keterangan sakit dari dokter yang saya lampirkan pada surat ini.
Kemudian atas perkenannya, saya mengucapkan terima kasih.
2. Jawablah pertanyaan berikut ini.
a. Siapa yang menulis surat izin tersebut?
b. Kepada siapa surat izin tersebut ditujukan?
c. Apa isi surat tersebut?
d. Samakah bahasa surat izin kepada guru kelas dengan surat pribadi yang ditujukan kepada temanmu? Di mana perbedaannya?
e. Sebutkan bagian-bagian surat izin tersebut!
3. Menulis surat permohonan izin
Bagaimana cara menyusun surat permohonan izin yang baik dan benar? Menyusun surat permohonan izin harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Adapun langkah-langkah dalam menyusun surat permohonan izin adalah sebagai berikut:
a. mendaftar ide pokok, yang meliputi: kepada siapa izin itu disampaikan (izin sakit, izin meminjam barang, izin menggunakan tempat/gedung dan sebagainya), berapa lama permohonan izin tesebut, jaminan apa yang ditawarkan (berjanji segera masuk jika sudah sembuh, berjanji segera mengembalikan barang, dan sebagainya), sampaikan ucapan terima kasih;
b. menyusun ide pokok dalam bentuk kerangka surat;
c. mengembangkan kerangka tersebut menjadi surat permohonan izin dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar.
BAB IV : PERISTIWA
A. Menyimpulkan Isi Berita
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarkan pembacaan berita.
Setelah pembelajaran ini diharapkan kamu dapat mencatat hal-hal penting dari berita yang diperdengarkan. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan tentang isi berita. Selanjutnya, kamu akan dapat menyimpulkan isi berita yang diperdengarkan.
1. Mencatat hal-hal penting dari berita yang diperdengarkan
Tutuplah bukumu, kemudian dengarkan dengan saksama berita yang dibacakan oleh gurumu. Saat kamu mendengarkan berita, catatlah hal-hal penting dari berita tersebut!
Warga Mengelilingi Beteng
Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya menjalani kegiatan Tapa mbisu mubeng Beteng, yaitu berjalan kaki dengan membisu (tidak berbicara) berkeliling beteng kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kegiatan itu untuk menyambut tahun baru Jawa 1 Sura, Kamis, 10 Januari 2008 tepat pukul 00.00 WIB.
Kegiatan tersebut dimulai dari kebun kraton dilepas oleh pengageng kawedanan panitipura kraton, Joyo Kusumo. Ia adalah adik Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Saat memimpin upacara pemberangkatan, Joyokusumo meminta agar para peserta memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indone- sia diberikan keselamatan dan kesejahteraan serta dihindarkan dari bencana.
Sumber: Solopos, 11 Januari 2008
2. Menjawab pertanyaan isi berita yang diperdengarkan
Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan isi berita yang kamu dengar.
a. Apa yang dilakukan ribuan warga Yogyakarta dalam menyambut satu Sura? b. Siapa yang melepas kegiatan tersebut?
c. Dari mana dimulai kegiatan tersebut?
d. Apa pesan yang disampaikan pemimpin upacara kepada para peserta?
e. Bagaimana pendapatmu mengenai kegiatan tersebut?
f. Mengapa kamu berpendapat begitu, berilah alasanmu!
3. Menyimpulkan isi berita
Nah, setelah kamu mendapatkan hal-hal penting dari berita kamu dapat menyimpulkan isi berita. Bagaimana cara menyimpulkan berita?
Membuat simpulan agak berbeda dengan membuat ringkasan. Ringkasan adalah bentuk ringkas dari berita yang didengar. Jadi, membuat ringkasan dapat dilakukan dengan cara merangkai hal-hal penting dari berita dalam satu jalinan paragraf yang padu dan runtut. Kamu tinggal memberi kata penghubung yang tepat sehingga menghasilkan ringkasan yang singkat dan lengkap.Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian.
Jadi, membuat simpulan adalah berdasarkan isi yang diberi tambahan pendapat atau penilaian dari yang diringkastersebut.Hal yang diringkas tersebut mungkin ada yang sebagian dihilangkan. Susunanya pun bisa tidak berurutan seperti aslinya. Jadi simpulan lebih banyak menonjolkan hal-hal yang mendukung pendapat tentang sesuatu yang sedang dibahas.
Contoh:
Berdasar berita di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.
Warga Yogyakarta dalam menyambut 1 Suro masih menjalani kegiatan- kegiatan yang unik seperti tapa mbisu dengan berjalan kaki ditengah malam. Itu sebagai cara untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia diberikan keselamatan serta terhindar dari bencana.
B. Melaporkan Isi Buku
Pada aspek keterampilan berbicara ini, kamu akan belajar melaporkan isi buku. Setelah pembelajaran ini diharapkan kamu dapat memilih buku bacaan yang disukai di perpustakaan. Setelah itu, kamu dapat mencatat isi buku yang dibaca meliputi judul, pengarang, jumlah halaman, dan daftar isi buku. Kegiatan selanjutnya, kamu diharapkan dapat melaporkan isi buku secara lisan di depan kelas.
1. Membaca buku di perpustakaan
Kamu sudah menjadi anggota perpustakaan, bukan? Datanglah ke perpustakaan sekolah, pinjamlah buku yang kamu sukai. Bacalah dengan cermat mulai dari sampul buku hingga daftar pustaka.
2. Mencatat isi buku yang dibaca
Catatlah isi buku yang kamu baca tersebut meliputi hal-hal berikut ini.
a. Apa judul buku tersebut?
b. Siapa pengarang buku tersebut?
c. Buku tersebut diterbitkan penerbit apa?
d. Tahun berapa buku tersebut terbit pertama kali?
e. Berapa jumlah halaman buku tersebutt
f. Apa isi buku tersebut? Sampaikan secara singkat, Bab dan Subbab yang ada.
Perhatikan contoh laporan isi buku berikut.
Judul buku : Kreasi Bunga dari Sedotan
Pengarang : Herry Cahyo Sastrodiwirjo
Penerbit : Puspa Swara Tahun terbitan pertama : 2002
Jumlah halaman : 84
Isi buku :
Buku ini terdiri atas lima bab. Buku ini berisi tentang keterampilan membuat kerajinan tangan dari sedotan. Pada bab pendahuluan penulis mengenalkan bunga dari sedotan. Bab kedua mengenalkan bahan dan alat yang digunakan untuk membuat bunga. Bab ketiga dan keempat menerangkan aneka bunga dari sedotan. Bab lima berisi prospek bisnis bunga sedotan.
C. Menemkan Makna Tersirat Teks
Pada keterampilan membaca ini, kamu akan belajar menemukan makna tersirat. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat membaca intensif. Setelah itu, kamu akan menemukan makna tersirat dari teks. Selanjutnya, kamu diharapkan dapat membuat contoh kalimat yang memiliki makna tersirat.
1. Membaca intensif teks
Intensif artinya secara sungguh-sungguh dan terus menerus. Jadi, membaca intensif dapat dipahami sebagai kegiatan membaca yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan terus-menerus. Pembaca intensif akan melakukan membaca dengan penuh konsentrasi dan mendalami isi atau maksud kalimat yang dibaca. Pembaca intensif akan mampu menemukan makna yang dibaca, baik tersurat (tampak), dan tersirat (tersembunyi) dalam teks.
Bacalah teks berikut ini dengan intensif!
Kisah Perajin Payung Kertas
Desa Kalibogor, Banyumas, Jawa Tengah terkenal sebagai desa payung. Hampir semua warganya bermata pencaharian sebagai pembuat payung kertas. Pesanan payung kertas laris bukan main. Para perajin payung sampai kuwalahan menerima pesanan.
Dengan berkembangnya zaman, mutu dan model payung terus berkembang, selera masyarakat pun meningkat. Sekarang ini, payung kertas tak lagi mendominasi pasar, diganti payung dari bahan kain dengan motif beraneka. Akibat perubahan ini, satu demi satu perajin payung kertas mengalami gulung tikar. Hanya keluarga Sanwiraji sebagai tulang punggung yang tetap bertahan.
Salah seorang anak San, Ny. Suwati termasuk getol mempertahankan pembuatan payung kertas. Ia pun merasakan pahit getirnya bisnis payung kertas. Meskipun payung kertas sulit dipasarkan, toh tak membuat Suwati patah arang. Ia tetap membuat payung dan mencoba terobosan baru.
Ada yang mengatakan bahwa bisnis payung kertas akan membuat orang sial. Semula Suwati merasa takut dengan pernyataan sebagian orang tersebut. Tetapi, rasa takut itu ditepiskannya setelah terbayang keluarganya juga memerlukan uang untuk
keperluan hidup. Belakangan kekhawatirannya itu pupus, terbukti, bukan sial yang datang, tetapi malah keuntungan. Ya, setelah pesanan pertama diselesaikan, pesanan berikutnya mengalir deras.
Langkanya perajin payung kematian membuat usaha Suwati makin maju. Pesanan tidak lagi datang dari desa sekitarnya, namun semakin meluas sampai luar kota, seperti Cilacap, Purbolinggo, dan beberapa kota lainnya.
Sumber: majalah Nova NO.274/VI
dengan pengubahan
2. Menemukan makna tersirat
Bagaimana cara menemukan makna tersirat dalam teks? Makna tersirat adalah makna yang terkandung atau tersembunyi. Makna tersirat bisa terdapat dalam teks kalimat atau kata tertentu.
Contoh:
a. Pada tahun ini alam sedang marah dan mengamuk.
Kalimat tersebut dapat ditafsirkan adanya berbagai bencana alam di Indone- sia, jadi makna tersirat dari kalimat tersebut adalah bahwa tahun ini banyak terjadi bencana di Indonesia.
b. Bunga desa itu sudah disunting kakakku.
Bunga desa bermakna seorang gadis dari desa. Disunting berarti dinikahi atau diperistri. Dengan demikian kalimat tersebut mempunyai makna tersirat bahwa kakak sudah memperistri gadis desa itu
D. Surat Resmi
Setelah proses pembelajaran berlangsung, diharapkan kamu dapat menen- tukan bagian-bagian surat resmi. Setelah itu kamu juga diharapkan menemukan contoh surat resmi. Pada aspek ini, kamu akan belajar membuat surat undangan resmi.
Tahukah kamu, apa surat resmi atau surat dinas itu? Pernakah kamu menerima surat resmi? Surat tentang apa? Surat resmi atau surat dinas adalah segala komuni- kasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas/instansi. Berbeda dengan surat pribadi yang bersifat tidak resmi, bahasa surat resmi lebih terikat dengan ketentuan dan etika yang berlaku sesuai dengan isi dan tujuan masing-masing surat. Agar kamu lebih memahami surat resmi, ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati surat resmi
2. Menentukan Bagian-Bagian Surat Resmi
Apabila kamu cermati, surat di atas memiliki bagian-bagian surat sebagai berikut:
1. Kepala Surat
2. Tanggal Penulisan Surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Pokok Surat atau Hal 6. Alamat Surat
7. Salam Pembuka
8. Isi Surat
9. Salam Penutp
10. Tanda Tangan, nama terang, penanggung jawab, dan jabatan atau sebutan.
Bagian-bagian surat tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Bagian kepala surat yang berisi: nama departement/lembaga/organisasi/ beserta alamat lengkap termasuk nomor kotak pos, nomor telepon, dan lambang departemen atau instansi di sebelah kiri.
b. Bagian pembukaan yang meliputi tanggal surat, nomor surat, hal lampiran, alamat surat dan salam pembuka.
c. Bagian isi surat atau tubuh surat yang berisi paragraf pembuka, isi, dan penutup.
d. Bagian penutup yang berisi salam penutup, tanda tangan, nama terang, jabatan, dan tembusan (bila ada).
A. Menyimpulkan Isi Berita
Pada awal pelajaran ini, kamu akan mendengarkan pembacaan berita.
Setelah pembelajaran ini diharapkan kamu dapat mencatat hal-hal penting dari berita yang diperdengarkan. Kamu juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan tentang isi berita. Selanjutnya, kamu akan dapat menyimpulkan isi berita yang diperdengarkan.
1. Mencatat hal-hal penting dari berita yang diperdengarkan
Tutuplah bukumu, kemudian dengarkan dengan saksama berita yang dibacakan oleh gurumu. Saat kamu mendengarkan berita, catatlah hal-hal penting dari berita tersebut!
Warga Mengelilingi Beteng
Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya menjalani kegiatan Tapa mbisu mubeng Beteng, yaitu berjalan kaki dengan membisu (tidak berbicara) berkeliling beteng kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kegiatan itu untuk menyambut tahun baru Jawa 1 Sura, Kamis, 10 Januari 2008 tepat pukul 00.00 WIB.
Kegiatan tersebut dimulai dari kebun kraton dilepas oleh pengageng kawedanan panitipura kraton, Joyo Kusumo. Ia adalah adik Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Saat memimpin upacara pemberangkatan, Joyokusumo meminta agar para peserta memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indone- sia diberikan keselamatan dan kesejahteraan serta dihindarkan dari bencana.
Sumber: Solopos, 11 Januari 2008
2. Menjawab pertanyaan isi berita yang diperdengarkan
Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan isi berita yang kamu dengar.
a. Apa yang dilakukan ribuan warga Yogyakarta dalam menyambut satu Sura? b. Siapa yang melepas kegiatan tersebut?
c. Dari mana dimulai kegiatan tersebut?
d. Apa pesan yang disampaikan pemimpin upacara kepada para peserta?
e. Bagaimana pendapatmu mengenai kegiatan tersebut?
f. Mengapa kamu berpendapat begitu, berilah alasanmu!
3. Menyimpulkan isi berita
Nah, setelah kamu mendapatkan hal-hal penting dari berita kamu dapat menyimpulkan isi berita. Bagaimana cara menyimpulkan berita?
Membuat simpulan agak berbeda dengan membuat ringkasan. Ringkasan adalah bentuk ringkas dari berita yang didengar. Jadi, membuat ringkasan dapat dilakukan dengan cara merangkai hal-hal penting dari berita dalam satu jalinan paragraf yang padu dan runtut. Kamu tinggal memberi kata penghubung yang tepat sehingga menghasilkan ringkasan yang singkat dan lengkap.Simpulan mengutamakan pendapat atau tanggapan serta penilaian.
Jadi, membuat simpulan adalah berdasarkan isi yang diberi tambahan pendapat atau penilaian dari yang diringkastersebut.Hal yang diringkas tersebut mungkin ada yang sebagian dihilangkan. Susunanya pun bisa tidak berurutan seperti aslinya. Jadi simpulan lebih banyak menonjolkan hal-hal yang mendukung pendapat tentang sesuatu yang sedang dibahas.
Contoh:
Berdasar berita di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.
Warga Yogyakarta dalam menyambut 1 Suro masih menjalani kegiatan- kegiatan yang unik seperti tapa mbisu dengan berjalan kaki ditengah malam. Itu sebagai cara untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia diberikan keselamatan serta terhindar dari bencana.
B. Melaporkan Isi Buku
Pada aspek keterampilan berbicara ini, kamu akan belajar melaporkan isi buku. Setelah pembelajaran ini diharapkan kamu dapat memilih buku bacaan yang disukai di perpustakaan. Setelah itu, kamu dapat mencatat isi buku yang dibaca meliputi judul, pengarang, jumlah halaman, dan daftar isi buku. Kegiatan selanjutnya, kamu diharapkan dapat melaporkan isi buku secara lisan di depan kelas.
1. Membaca buku di perpustakaan
Kamu sudah menjadi anggota perpustakaan, bukan? Datanglah ke perpustakaan sekolah, pinjamlah buku yang kamu sukai. Bacalah dengan cermat mulai dari sampul buku hingga daftar pustaka.
2. Mencatat isi buku yang dibaca
Catatlah isi buku yang kamu baca tersebut meliputi hal-hal berikut ini.
a. Apa judul buku tersebut?
b. Siapa pengarang buku tersebut?
c. Buku tersebut diterbitkan penerbit apa?
d. Tahun berapa buku tersebut terbit pertama kali?
e. Berapa jumlah halaman buku tersebutt
f. Apa isi buku tersebut? Sampaikan secara singkat, Bab dan Subbab yang ada.
Perhatikan contoh laporan isi buku berikut.
Judul buku : Kreasi Bunga dari Sedotan
Pengarang : Herry Cahyo Sastrodiwirjo
Penerbit : Puspa Swara Tahun terbitan pertama : 2002
Jumlah halaman : 84
Isi buku :
Buku ini terdiri atas lima bab. Buku ini berisi tentang keterampilan membuat kerajinan tangan dari sedotan. Pada bab pendahuluan penulis mengenalkan bunga dari sedotan. Bab kedua mengenalkan bahan dan alat yang digunakan untuk membuat bunga. Bab ketiga dan keempat menerangkan aneka bunga dari sedotan. Bab lima berisi prospek bisnis bunga sedotan.
C. Menemkan Makna Tersirat Teks
Pada keterampilan membaca ini, kamu akan belajar menemukan makna tersirat. Setelah proses pembelajaran diharapkan kamu dapat membaca intensif. Setelah itu, kamu akan menemukan makna tersirat dari teks. Selanjutnya, kamu diharapkan dapat membuat contoh kalimat yang memiliki makna tersirat.
1. Membaca intensif teks
Intensif artinya secara sungguh-sungguh dan terus menerus. Jadi, membaca intensif dapat dipahami sebagai kegiatan membaca yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan terus-menerus. Pembaca intensif akan melakukan membaca dengan penuh konsentrasi dan mendalami isi atau maksud kalimat yang dibaca. Pembaca intensif akan mampu menemukan makna yang dibaca, baik tersurat (tampak), dan tersirat (tersembunyi) dalam teks.
Bacalah teks berikut ini dengan intensif!
Kisah Perajin Payung Kertas
Desa Kalibogor, Banyumas, Jawa Tengah terkenal sebagai desa payung. Hampir semua warganya bermata pencaharian sebagai pembuat payung kertas. Pesanan payung kertas laris bukan main. Para perajin payung sampai kuwalahan menerima pesanan.
Dengan berkembangnya zaman, mutu dan model payung terus berkembang, selera masyarakat pun meningkat. Sekarang ini, payung kertas tak lagi mendominasi pasar, diganti payung dari bahan kain dengan motif beraneka. Akibat perubahan ini, satu demi satu perajin payung kertas mengalami gulung tikar. Hanya keluarga Sanwiraji sebagai tulang punggung yang tetap bertahan.
Salah seorang anak San, Ny. Suwati termasuk getol mempertahankan pembuatan payung kertas. Ia pun merasakan pahit getirnya bisnis payung kertas. Meskipun payung kertas sulit dipasarkan, toh tak membuat Suwati patah arang. Ia tetap membuat payung dan mencoba terobosan baru.
Ada yang mengatakan bahwa bisnis payung kertas akan membuat orang sial. Semula Suwati merasa takut dengan pernyataan sebagian orang tersebut. Tetapi, rasa takut itu ditepiskannya setelah terbayang keluarganya juga memerlukan uang untuk
keperluan hidup. Belakangan kekhawatirannya itu pupus, terbukti, bukan sial yang datang, tetapi malah keuntungan. Ya, setelah pesanan pertama diselesaikan, pesanan berikutnya mengalir deras.
Langkanya perajin payung kematian membuat usaha Suwati makin maju. Pesanan tidak lagi datang dari desa sekitarnya, namun semakin meluas sampai luar kota, seperti Cilacap, Purbolinggo, dan beberapa kota lainnya.
Sumber: majalah Nova NO.274/VI
dengan pengubahan
2. Menemukan makna tersirat
Bagaimana cara menemukan makna tersirat dalam teks? Makna tersirat adalah makna yang terkandung atau tersembunyi. Makna tersirat bisa terdapat dalam teks kalimat atau kata tertentu.
Contoh:
a. Pada tahun ini alam sedang marah dan mengamuk.
Kalimat tersebut dapat ditafsirkan adanya berbagai bencana alam di Indone- sia, jadi makna tersirat dari kalimat tersebut adalah bahwa tahun ini banyak terjadi bencana di Indonesia.
b. Bunga desa itu sudah disunting kakakku.
Bunga desa bermakna seorang gadis dari desa. Disunting berarti dinikahi atau diperistri. Dengan demikian kalimat tersebut mempunyai makna tersirat bahwa kakak sudah memperistri gadis desa itu
D. Surat Resmi
Setelah proses pembelajaran berlangsung, diharapkan kamu dapat menen- tukan bagian-bagian surat resmi. Setelah itu kamu juga diharapkan menemukan contoh surat resmi. Pada aspek ini, kamu akan belajar membuat surat undangan resmi.
Tahukah kamu, apa surat resmi atau surat dinas itu? Pernakah kamu menerima surat resmi? Surat tentang apa? Surat resmi atau surat dinas adalah segala komuni- kasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas/instansi. Berbeda dengan surat pribadi yang bersifat tidak resmi, bahasa surat resmi lebih terikat dengan ketentuan dan etika yang berlaku sesuai dengan isi dan tujuan masing-masing surat. Agar kamu lebih memahami surat resmi, ikuti kegiatan berikut ini.
1. Mengamati surat resmi
2. Menentukan Bagian-Bagian Surat Resmi
Apabila kamu cermati, surat di atas memiliki bagian-bagian surat sebagai berikut:
1. Kepala Surat
2. Tanggal Penulisan Surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Pokok Surat atau Hal 6. Alamat Surat
7. Salam Pembuka
8. Isi Surat
9. Salam Penutp
10. Tanda Tangan, nama terang, penanggung jawab, dan jabatan atau sebutan.
Bagian-bagian surat tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Bagian kepala surat yang berisi: nama departement/lembaga/organisasi/ beserta alamat lengkap termasuk nomor kotak pos, nomor telepon, dan lambang departemen atau instansi di sebelah kiri.
b. Bagian pembukaan yang meliputi tanggal surat, nomor surat, hal lampiran, alamat surat dan salam pembuka.
c. Bagian isi surat atau tubuh surat yang berisi paragraf pembuka, isi, dan penutup.
Langganan:
Postingan (Atom)
About me

Robiatun Nadliroh
Si cuek yang menyukai romantis | Si langit biru yang mencintai langit malam | Si tukang nangis yang suka marah-marah | Si nekat yang takut sendirian | Si kantong tipis yang hobi traveling | Jejaknya bisa dilacak melalui akun twitter Kicauannya kadang terselip di akun facebook Nana kandcllw ana.
Popular Posts
-
BAB II Berkarya batik, Gambar Ilustrasi, dan Boneka 1. Menciptakan Motif Hias Merancang motif batik Buatlah motif pada kain dengan me...
-
MATERI SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN SD/MI KELAS VI BAB 1 Mengenal Motif Batik 1. Jenis Motif Batik Berdasarkan akar budayanya, motif...
Comments
Labels
- B INDONESIA (9)
- B INGGRIS (9)
- Headline (21)
- IPA (9)
- MATEMATIKA (6)
- PENJASKES (14)
- PPKN (2)
- PPT IPA (1)
- PPT MATEMATIKA (1)
- SECCOR (1)
- SENI KEBUDAYAAN (6)
- SENI KEBUDAYAAN VIDEO (1)
- SOCCER (5)
- TEASER (1)
- VIDEO (55)






